Kecelakaan Bus di Tol Pemalang, Sopir Diduga Mabuk

Kompas.com - 08/10/2021, 16:12 WIB
Bus Pahala Kencana bernomor polisi D 7692 AN terlibat kecelakaan tunggal di tol KM 306 jalur A yang ikut di Desa Sewaka, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (6/10/2021) malam sekitar pukul 23.00 WIB. 
Bus Pahala Kencana bernomor polisi D 7692 AN terlibat kecelakaan tunggal di tol KM 306 jalur A yang ikut di Desa Sewaka, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (6/10/2021) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

PEMALANG, KOMPAS.com - Terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal sebuah bus dari PO Pahala Kencana terperosok dan terguling di Tol Pemalang Km 306, Rabu (6/10/2021) sekitar pukul 23.00 WIB.

Melansir Kompas.com, terdapat dugaan sopir bus tersebut menyetir dalam keadaan mabuk akibat pengaruh minuman beralkohol. Akibatnya sopir tidak bisa menguasai laju kendaraan, oleng ke kiri, lalu terperosok dan terguling.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kanit Kecelakaan Satlantas Polres Pemalang Iptu Nuryadi, Kamis (7/10/2021).

Beruntung tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden ini. Namun sebanyak 14 penumpang bus rute Jakarta-Semarang tersebut harus menjalani perawatan medis.

Baca juga: Ban Motor Tanpa Tutup Pentil Tidak Bisa Ditilang, Ini Penjelasannya

Bercermin pada peristiwa tersebut, perlu diingat kembali bahwa dilarang keras mengemudikan kendaraan jenis apapun dalam keadaan mabuk. Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Mabuk ketika mengemudi akan membuat tidak fokus, pandangan mata tidak terarah. Jangankan untuk mengontrol kendaraan, menjaga keseimbangan diri sendiri saja tidak bisa. Sehingga ketika pengemudi harus mengambil keputusan responnya akan sangat lambat,” kata Sony kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Pengemudi wajib paham saat dalam kondisi usai mengonsumsi alkohol, sedikit ataupun banyak tetap memberi pengaruh mabuk. Maka jangan sampai nekat tetap mengemudi. Sebab dibutuhkan konsentrasi dan tingkat kewaspadaan yang tinggi dalam mengemudikan kendaraan.

Baca juga: Bus Baru PO Juragan99, Premium dari Sasis sampai Kabinnya

Sony mengatakan, pengemudi yang tetap nekat melakukan hal tersebut berarti sudah melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Pasal 311.

Jika menilik aturan pada pasal tersebut, pengemudi mabuk dapat dikenakan pidana kurungan paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah).

"Dan kalau sampai ada nyawa yang hilang harusnya dikenakan lagi pasal pembunuhan berencana, (pasal) 340. Kenapa? Karena yang bersangkutan sudah paham risikonya, namun tetap melakukan hal tersebut,” kata Sony menambahkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.