Mengenal SIM D untuk Penyandang Disabilitas

Kompas.com - 06/10/2021, 08:12 WIB
Penyandang cacat sedang melakukan ujian praktik utuk syarat pengambilan SIM D. Kompas.com-Vitalis Yogi TrisnaPenyandang cacat sedang melakukan ujian praktik utuk syarat pengambilan SIM D.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Surat Izin Mengemudi (SIM)  wajib dimiliki pengemudi mobil dan pengendara motor. SIM merupakan tanda bahwa pemiliknya kompeten membawa kendaraan bermotor.

Untuk itu orang yang memiliki keterbatasan fisik atau penyandang disabilitas juga wajib memiliki SIM. Penyandang disabilitas yang hendak berkendara sendiri dapat membuat SIM golongan D.

Aturan tersebut tertuang dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Pasal 242.

Baca juga: Jajal Mazda CX Series Keliling Jakarta

Kartu RFID yang digunakan untuk pengujian SIM MotorDok. Satpas SIM Daan Mogot Kartu RFID yang digunakan untuk pengujian SIM Motor

Disebutkan bahwa baik pemerintah pusat maupun daerah, serta perusahaan angkutan umum wajib memberikan perlakuan khusus di bidang lalu lintas dan angkutan jalan kepada penyandang cacat, usia lanjut, anak-anak, wanita hamil, dan orang sakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan demikian, berkendara dan memanfaatkan fasilitas transportasi umum adalah hak seluruh masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas.

Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC), mengatakan, penyandang disabilitas yang memiliki SIM D berarti kemampuannya dianggap sama seperti yang lain.

"Kalau kepolisian memberikan SIM berarti si pengemudi kompeten dalam mengemudi," ujar Marcell, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Salah seorang pemohon SIM tengah belajar, sebelum mengikuti ujian praktek SIM di Satlantas Polres Gresik.KOMPAS.com / Hamzah Salah seorang pemohon SIM tengah belajar, sebelum mengikuti ujian praktek SIM di Satlantas Polres Gresik.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat SIM D. Mulai dari syarat yang harus dipenuhi dan tes yang harus dilakukan.

Sesuai Persyaratan Pemohon SIM Pasal 217 (1) PP 44/93, pemohon SIM D harus melewati tahap-tahap proses pembuatan SIM sebegai berikut:

1. Permohonan tertulis
2. Bisa membaca dan menulis
3. Memiliki pengetahuan peraturan lalu lintas jalan dan teknik dasar kendaraan bermotor
4. Batas usia
• 17 Tahun untuk SIM Golongan A
• 20 Tahun untuk SIM Golongan BI/BII
5. Terampil mengemudikan kendaraan bermotor
6. Sehat jasmani dan rohani
7. Lulus ujian teori dan praktik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.