Meningkatkan Performa Mesin dengan Metode Paten

Kompas.com - 05/10/2021, 11:02 WIB
Pengerjaan TUSS atau Tune Up Semi Sport garapan Provis Autolab KOMPAS.com/DIO DANANJAYAPengerjaan TUSS atau Tune Up Semi Sport garapan Provis Autolab

Tapi, ada satu layanan unggulan yang ditawarkan bengkel ini, yakni meningkatkan performa mesin tanpa memasang komponen aftermarket. Metode ini disebut dengan Tune Up Semi Sport atau disingkat TUSS

Stevanus Jasin, Owner Provis Autolab, mengatakan, TUSS awalnya dilakukan sejak 1998. Menariknya, metode ini kemudian disebut sebagai sebuah penemuan dan dipatenkan sejak 2012. Tergolong jarang layanan perbengkelan sampai diajukan hak cipta secara resmi ke pihak berwajib.

Baca juga: Klasemen Pebalap MotoGP 2021 Setelah GP Amerika

Semenjak itu, diklaim sudah ada ratusan unit mobil yang merasakan efek positif dari TUSS. Walau demikian, Jasin tak mau merinci formula TUSS. Ia mengatakan, metode ini pada dasarnya adalah penyempurnaan pembakaran di ruang mesin.

Di mana penyempurnaan tersebut dilakukan melalui serangkaian settingan komponen mesin, mulai dari cylinder head, katup, bentuk ruang bakar, saluran intake, hingga exhaust.

“Tidak ada batasan usia kendaraan untuk TUSS, kami terima semua merek dan segala konfigurasi mesin. Jadi tidak ada istilahnya mobil keluaran terbaru, sudah canggih, tidak perlu di-TUSS lagi,” ujar Jasin, kepada Kompas.com belum lama ini.

Omongan Jasin ini terasa seperti bualan. Tapi, ketika tengah berkunjung di antara puluhan mobil konsumen yang ada pada bengkel, terlihat satu unit mobil sport bermerek Jerman lansiran terbaru 2021, lagi melakukan metode ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini salah satu pelanggan setia kita, hampir semua mobilnya minta di TUSS. Khusus ini baru keluar dari dealer, langsung di bawa ke sini," kata Jasin.

Baca juga: Ini Jalur Alternatif Saat Ganjil Genap Margonda Depok Diterapkan

Suasana bengkel Provis Autolab di Pondok Ranji, Bintaro, Tangerang Selatan.KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Suasana bengkel Provis Autolab di Pondok Ranji, Bintaro, Tangerang Selatan.

Menurut Jasin, TUSS perlu dilakukan karena pabrikan tidak membuat mobil produksi massal dengan tingkat kepresisian yang tinggi.

“Pabrikan tidak bisa mengalokasikan lebih banyak dana dan waktu untuk mobil umum yang diproduksi massal. Beda dengan AMG atau GTR (Nissan) yang sengaja menciptakan mesin mobil berperforma tinggi dirakit pakai tangan manusia. Kami masuk di celah itu, memperbaiki tingkat kepresisian,” ucap Jasin.

Musuh

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.