Perlu Pelajaran Etika di Jalan Raya Sejak Bangku Sekolah

Kompas.com - 03/10/2021, 12:21 WIB
Sejumlah pelaku yang terlibat aksi balap liar di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari, Jakarta Selatan diberikan hukuman mendorong motor ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (6/9/2021) dini hari. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOSejumlah pelaku yang terlibat aksi balap liar di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari, Jakarta Selatan diberikan hukuman mendorong motor ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (6/9/2021) dini hari.

JAKARTA, KOMPAS.com – Melihat kelakuan pengendara motor zaman sekarang memang bisa bikin heran. Aksi balap liar semakin marak, bahkan dilakukan di siang hari, selain itu juga banyak pengendara motor yang egois, sulit berbagi dengan pengguna jalan lain.

Belum lagi pengendara motor di bawah umur, atau yang suka melakukan aksi freestyle di jalanan. Para pengendara ini seperti tidak tahu apa bahaya yang bisa ditimbulkan dari aksi yang mereka lakukan.

Menurut Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, perilaku pengendara seperti tadi adalah karena kurangnya pengetahuan tentang etika berkendara. Sehingga tidak tumbuh rasa kepedulian antar pengguna jalan, akhirnya jadi egois.

Baca juga: Catat Syarat dan Biaya Bikin BPKB Baru Karena Hilang

Remaja putri yang ditilang karena tidak membawa SIM, STNK, tidak memakai helm juga di Traffic Light Jalan Raya Tomang, Senin (9/9/2019).KOMPAS.com/BONFILIO PUTRA Remaja putri yang ditilang karena tidak membawa SIM, STNK, tidak memakai helm juga di Traffic Light Jalan Raya Tomang, Senin (9/9/2019).

“Semua pengendara di Indonesia hanya belajar mengenai teknik berkendaranya saja yang dilakukan secara autodidak. Mereka tidak belajar tentang etika berkendara, rambu-rambu dan cara berkendara yang aman,” kata Agus kepada Kompas.com, Sabtu (2/10/2021).

Menurutnya, etika berlalu lintas harus ditumbuhkan sejak usia dini, bahkan dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Efeknya, tertanam pada pengendara untuk berkendara dengan aman dan saling menghormati sesama pengendara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kita sudah pernah memberikan edukasi tentang berkendara yang aman, rambu-rambu dan pengetahuan tentang undang-undang lalu lintas ke sekolah-sekolah, mulai dari TK hingga tingkat Universitas. Tidak lupa juga untuk kolaborasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Polantas,” ucapnya.

Baca juga: Bea Cukai Batam Lelang Nissan GT-R R34, Limit Mulai Rp 500 Jutaan

Harapannya, pelajar bisa memahami cara berkendara yang aman dan mengerti aturan lalu lintas. Efeknya, angka kecelakaan yang melibatkan orang berusia muda bisa menurun.

Agus menjelaskan, edukasi yang dilakukan misalnya dimulai dari cara menyeberang yang benar. Mereka diajarkan untuk tidak menyeberang jalan yang dapat membahayakan dirinya dan pengendara di jalan, tempat yang benar untuk menyeberang dan waktu yang diperbolehkan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.