Mitos atau Fakta, Belajar Naik Motor Lebih Baik Pakai Tipe Manual ketimbang Matik?

Kompas.com - 27/09/2021, 11:12 WIB
Honda Supra GTR 150 saat diuji performanya. AHMHonda Supra GTR 150 saat diuji performanya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepeda motor sebagai kendaraan roda dua jadi alat transportasi paling umum ditemui di Indonesia. Dimensinya yang lebih kecil dibanding kendaraan bermotor lainnya membuat motor lebih mudah dikendarai.

Mempelajari teknik berkendara sepeda motor pun relatif lebih mudah dibanding belajar mengemudikan mobil. Umumnya orang lebih cepat mahir mengendarai motor ketimbang menyetir mobil.

Sebagian orang beranggapan, belajar mengendarai motor lebih baik menggunakan sepeda motor bebek terlebih dahulu. Alasannya, jika sudah mahir mengendarai motor bebek, maka akan lebih mudah mengendarai skuter matik (skutik) yang dianggap memiliki tingkat kesulitan lebih rendah.

Baca juga: Selain Avanza, Harga Dasar dan Varian Xenia Generasi Baru Juga Bocor

Selain itu, jika sudah menguasai teknik mengendarai motor bebek, untuk belajar mengendarai motor sport atau kopling akan lebih mudah karena prinsip berkendaranya yang hampir serupa.

Ketika dihubungi Kompas.com belum lama ini, Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani menjelaskan bahwa tingkat kesulitan belajar mengendarai motor bebek dan skutik sama saja.

Ilustrasi berkendaraDok. YIMM Ilustrasi berkendara

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebenarnya sama saja, keterampilan orang dalam menguasai kendaraan berbeda-beda. Ada yang mudah belajar, ada yang butuh waktu lama," ujarnya.

Memang betul bagi sebagian orang, mengendarai skutik lebih mudah dipelajari karena hanya mengandalkan kedua tangan untuk mengoperasikannya. Berbeda dengan motor bebek yang membutuhkan tambahan koordinasi dari kaki untuk mengoper gigi transmisi.

Baca juga: Video Pengendara Trail Bertemu Macan di Jalur Off Road

Namun, ada pula yang beranggapan motor bebek lebih mudah dioperasikan, karena aktivasi rem belakangnya berupa pedal yang diinjak, bukan tuas yang ditarik oleh tangan. Dengan begitu, proses pengereman dianggap lebih stabil karena kaki ikut bekerja menginjak pedal dan menyeimbangkan motor.

Jika disimpulkan, asumsi bahwa lebih baik menggunakan motor bebek sebagai sepeda motor pertama untuk belajar tidak bisa sepenuhnya dikatakan benar. Sebab tiap orang memiliki persepsi yang berbeda-beda mengenai level kemudahan dalam belajar berkendara.

"Menurut saya apapun jenis tipe motornya sebaiknya pelajari dulu dasar-dasar berkendara seperti cara kerja motor yang akan dikendarai, kelengkapan riding gear-nya, lalu pengetahuan tentang rambu-rambu lalu lintas. Kemudian masuk ke teknik berkendaranya mulai dari buka tutup gas, keseimbangan, dan pengereman," kata Agus

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.