Kendaraan Listrik Dapat Insentif, PLN Dorong Stimulus dan Tambah SPKLU

Kompas.com - 24/09/2021, 16:31 WIB
Hyundai Kona EV saat mengisi daya di SPKLU PLN KOMPAS.com/DIO DANANJAYAHyundai Kona EV saat mengisi daya di SPKLU PLN

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut insentif PPnBM kendaraan listrik yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2021, PT PLN (Persero) siap memberikan diskon tarif isi daya serta menambah jaringan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Direktur Niaga dan Manajemen PLN Bob Saril mengatakan, PLN siap memenuhi berapapun daya listrik yang dibutuhkan pelanggan. Telebih saat ini PLN memiliki cadangan daya sekitar 50 persen, dengan kapasitas daya mencapai 57 Gigawatt (GW).

"Dengan adanya kebijakan pemerintah tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan konsumsi listrik lebih baik lagi, khususnya di tengah kondisi cadangan daya listrik PLN yang cukup banyak," ucap Bob dalam keterangan resminya, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: PLN Siap Pasok Listrik Pabrik Baterai Hyundai

Menurut Bob, dengan adanya kebijakan baru kendaraan bermotor listrik berteknologi battery electric vehicles dan fuel cell electric vehicles, akan dikenakan PPnBM 15 persen dengan dasar pengenaan pajak (DPP) 0 persen dari harga jual.

SPKLU PLNPLN SPKLU PLN

Dengan DPP 0 persen dari harga jual tersebut, maka bisa dikatakan untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) maupun kendaraan bermotor listrik murni berbahan bakar listrik, akan dibebaskan dari PPnBM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi tersebut membuat potensi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia akan meningkat drastis. Lantara itu, guna mendukung berkembang ekosistem kendaraan listrik, PLN memberikan insentif diskon tarif 30 persen pada pemakaian malam hari untuk pemilik kendaraan listrik.

"Mengapa malam hari, karena pengalaman dari banyak negara, pemilik mobil listrik melakukan pengisian daya paling banyak di rumah saat malam hari. Kami memberikan stimulus kepada para pelanggan berupa diskon tarif mulai pukul 22.00 hingga 05.00," ujar Bob.

Bob menjelaskan pola pengisian energi kendaraan listrik menyerupai ponsel atau gawai, saat malam akan dicas untuk penggunaan di siang hari.

Dengan pola tersebut, otomatis pengisian akan lebih banyak dilakukan di rumah. Karena itu pula PLN mendorong pemilik mobil listrik untuk memanfaatkan diskon pemasangan dan pengisian menggunakan home charging.

Baca juga: Mau Jadi Pengusaha SPKLU di Indonesia, Simak Hitungan Bisnis Ini

Pemilik home charging juga akan langsung terkoneksi dengan sistem PLN Mobile, yang memungkinkan pelanggan memantau pengisian daya secara realtime dari ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.