Perpanjangan Diskon PPnBM Jadi Dilema, Penjualan Mobil Bisa Terdampak

Kompas.com - 03/09/2021, 13:01 WIB
Pengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengacu pada aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 20 Tahun 2021, insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 100 persen berakhir pada Agustus lalu.

Insentif masih akan diberikan pada periode September-Desember 2021, namun jumlahnya berkurang menjadi hanya 25 persen dari tarif.

Berakhirnya diskon PPnBM jelas bakal memukul penjualan otomotif yang sempat bangkit sejak berlakunya relaksasi PPnBM 0 persen pada Maret-Agustus 2021.

Baca juga: Sirkuit Mandalika Disebut Sudah Bisa Gelar MotoGP dan WorldSBK

Pekerja membersihkan mobil di area stan Honda saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pekerja membersihkan mobil di area stan Honda saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Sejumlah pihak mendorong pemerintah agar kembali memperpanjang insentif PPnBM agar dampak pandemi kepada industri otomotif bisa diperkecil.

Perpanjangan PPnBM dipastikan sudah menjadi sebuah dilema yang bergulir semakin membesar dan meluas ke berbagai sektor di luar ekonomi semata,” ujar Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, kepada Kompas.com (3/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, perpanjangan PPnBM semakin lama akan menggerus potensi penerimaan negara dari pajak penjualan kendaraan. Padahal, sektor-sektor ekonomi lainnya belum juga pulih.

Baca juga: Ini Syarat Baru Usia Bikin SIM di Indonesia

Ilustrasi konsumen tengah melakukan transaksi di pameran otomotif.Foto: Dyandra Ilustrasi konsumen tengah melakukan transaksi di pameran otomotif.

Sementara, cadangan kas pemerintah semakin tergerus akibat terus-menerus menggelontorkan uang dengan jumlah total hingga ratusan triliun untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Pastinya Menkeu sekarang semakin pusing akibat ledakan pandemi covid varian delta kemarin yang mendisrupsi seluruh rencana yang sudah tersusun rapi,” ucap Martinus.

Martinus juga mengatakan, kembali naiknya harga mobil baru jelas akan menyurutkan niat konsumen yang ingin membeli.

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu Fungsi Tutup Pentil pada Ban

IIMS Hybrid 2021Foto: Dyandra IIMS Hybrid 2021

“Masyarakat sudah semakin terbiasa dengan harga ‘new normal’, kendaraan yang sudah terlanjur jadi lebih murah tersebut. Artinya, jika September ini diskon PPnBM dihapus, dijamin akan terjadi penurunan luar biasa dalam penjualan kendaraan,” kata Martinus.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.