Sering Terlibat Kecelakaan, Hindari Penyakit Akut Sopir Bus

Kompas.com - 02/09/2021, 11:02 WIB
Emanuel Nucky (kiri) salah satu sopir bus dari PO Citra Dewi Semarang saat menunggu turis dari kapal pesiar Viking Sun di terminal penumpang pelabuhan Tanjung Emas, Kamis (5/3/2020). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAEmanuel Nucky (kiri) salah satu sopir bus dari PO Citra Dewi Semarang saat menunggu turis dari kapal pesiar Viking Sun di terminal penumpang pelabuhan Tanjung Emas, Kamis (5/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.comKecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus antar kota antar provinsi (AKAP) masih sering terjadi. Padahal sejumlah ruas jalan telah dilengkapi berbagai rambu untuk memberikan peringatan kepada pengemudi.

Contohnya seperti yang baru terjadi di Madiun, Jawa Timur, Selasa (31/8/2021) sekitar pukul 13.20 WIB.

Kejadian kecelakaan bermula saat Bus Sugeng Rahayu nopol W 7108 UZ melanggar lalu lintas dengan melewati garis marka tidak putus.

Baca juga: Karoseri Laksana Kembali Sebar Teaser Bus Baru di Instagram

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh POLANTAS INDONESIA (@polantasindonesia)

Tak berselang lama, bus pun langsung menghajar sepeda motor, kemudian truk yang sedang parkir di pinggir jalan.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, sopir bus yang sering terlibat kecelakaan terjadi karena hanya mengandalkan reaksi semata dan tidak mampu proaktif dengan jarak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dilihat dari video tersebut, pengemudi bus melakukan tiga kesalahan,” ujar Sony, kepada Kompas.com (1/9/2021).

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Bus Sugeng Rahayu, Ini Bahaya Nyalip di Tikungan

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh POLANTAS INDONESIA (@polantasindonesia)

Pertama adalah melanggar lalu lintas, kesalahan yang sebetulnya sudah berulang kali dilakukan sejumlah sopir bus.

“Enggak ada aturan yang benar ketika menyusul di tikungan, jembatan, dan melindas marka jalan tidak putus,” ucap Sony.

Penyakit berikutnya yang kerap kambuh adalah tidak waspada. Sopir bukan hanya harus memastikan jalan kosong atau aman saat menyalip.

Baca juga: Hyundai Casper, SUV Mungil Calon Pesaing Raize dan Rocky

ilustrasi menyalipKompas.com/Fathan Radityasani ilustrasi menyalip

Tapi juga harus bisa memprediksi dan tahu kemampuan diri dalam artian kemampuan kendaraan yang dikendarai, untuk mengantisipasi adanya potensi bahaya sebelum mengambil keputusan.

“Ketiga overspeed. Itu jalan provinsi, kecepatan yang aman 40 kpj pada 1 lajur dan 50 kpj pada 2 lajur,” kata Sony.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.