Tiga Alasan Maraknya Pelemparan Batu ke Truk

Kompas.com - 24/08/2021, 11:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comAksi pelemparan batu di jalan menjadi sangat merugikan bagi pengusaha truk. Tentu dengan rusaknya kaca depan truk, harus mengeluarkan biaya untuk perbaikan, pengiriman barang jadi tertunda, atau lebih parah sampai ada korban luka atau jiwa.

Aksi pelemparan batu ini juga bukan hanya terjadi di Lintas Sumatera, di Jawa pun sering terjadi. Lalu sebenarnya apa yang menjadi penyebab maraknya aksi lempar batu ke truk ini?

Ketua Departemen Angkutan Lintas Daerah DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah & DIY Harry Wibowo mengatakan, ada tiga penyebab yang sering menjadi pemicu terjadinya aksi pelemparan kaca truk dengan batu.

Baca juga: Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang Resmi Dibuka, Masih Gratis

Tangkapan layar video viral truk pengangkut kayu di Lumajang, Jawa Timur lakukan aksi oleng berbahaya.INSTAGRAM Tangkapan layar video viral truk pengangkut kayu di Lumajang, Jawa Timur lakukan aksi oleng berbahaya.

"Pertama adalah karena pengemudi truk mengemudi secara ugal-ugalan, melakukan aksi oleng atau meyerobot jalan dan melawan arus yang membuat jengkel pengguna jalan lain,” ucap Harry dalam siaran resmi yang Kompas.com terima, Senin (23/8/2021).

Aksi pengemudi yang ugal-ugalan ini bisa disebut dengan overacting. Aptrindo Jateng & DIY juga sedang mengkapanyekan untuk tidak mempraktekkan Over dimension & Overload, Overspeed, dan Overacting.

Faktor penyebab kedua, kemungkinan adanya intimidasi dari kelompok preman tertentu. Mereka ingin menunjukkan dominasi daerah kekuasaan agar perusahaan truk yang diincarnya merasa takut kemudian pada akhirnya mau membayar jasa kawal bulanan.

Baca juga: Pengendara Motor Menghindari Razia Sunmori, Berujung Tabrak Polisi

"Yang terakhir adalah karena tindakan iseng yang tidak bertanggung jawab saja", kata Harry.

Namun sebagai pengusaha truk dirinya menyebut, yang paling bisa diandalkan dan diharapkan oleh para pengusaha truk anggota Aptrindo Jateng & DIY adalah proteksi dari asuransi dan perlindungan dari aparat kepolisisan, tidak ada yang lain yang bisa lebih dipercaya lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.