Ini 5 Jenis Kendaraan yang Tidak Kena Pajak Progresif

Kompas.com - 20/08/2021, 09:12 WIB
Dilaksanakan oleh Direktur Astra Gita Tiffani Boer kepada Kepala BNPB Ganip Warsito pada Minggu (8/8/2021), kendaraan terdiri dari empat unit Daihatsu GranMax Ambulance dan satu unit Toyota Kijang Innova. Dilaksanakan oleh Direktur Astra Gita Tiffani Boer kepada Kepala BNPB Ganip Warsito pada Minggu (8/8/2021), kendaraan terdiri dari empat unit Daihatsu GranMax Ambulance dan satu unit Toyota Kijang Innova.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi yang memiliki kendaraan bermotor lebih dari 1 unit, baik sepeda motor ataupun mobil, pasti sudah tidak asing dengan istilah pajak progresif.

Pajak progresif adalah biaya pajak yang wajib dibayar oleh pemilik kendaraan yang memiliki lebih dari 1 kendaraan dengan nama dan alamat kepemilikan yang sama. Besaran pajak progresif sendiri diatur oleh pemerintah daerah masing-masing.

Meski begitu, pemberlakuan pajak progresif tidak boleh melebihi aturan yang ditetapkan dalam Pasal 6 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009.

Baca juga: Desain Race Control Sirkuit Mandalika dengan Atap Ikonik

 

Disebutkan dalam regulasi tersebut bahwa kepemilikan kendaraan kedua, ketiga, dan selanjutnya dibebankan pajak paling rendah 2 persen dan paling tinggi 10 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantas di DKI Jakarta, pajak progresif lebih detail diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015. Untuk kepemilikan kendaraan pertama dikenakan pajak sebesar 2 persen. 

Sejumlah kendaraan dinas milik beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Surabaya diubah menjadi mobil jenazah.DOK. PEMKOT SURABAYA Sejumlah kendaraan dinas milik beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Surabaya diubah menjadi mobil jenazah.

Untuk kendaraan kedua dan selanjutnya dengan kepemilikan atas Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sama, besaran pajak bertambah 0,5 persen tiap unitnya.

Baca juga: Sah, Honda Serahkan City Hatchback RS ke Greysia dan Apriyani

Meski begitu, ada beberapa kendaraan yang kebal dari aturan pajak progresif ini. Regulasi mengenai pengecualian tersebut tertulis pada Pergub DKI Jakarta Nomor 185 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor.

Terdapat 5 jenis kendaraan bermotor yang tidak akan dikenakan pajak progresif. Kelima jenis kendaraan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Kendaraan bermotor milik Pemerintah Pusat/Daerah, TNI, dan Polri
  2. Kendaraan bermotor yang dimiliki oleh badan usaha
  3. Kendaraan bermotor angkutan umum penumpang atau barang sesuai izin dari Dinas Perhubungan dan Transportasi yang dimiliki perorangan
  4. Kendaraan bermotor pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah
  5. Kendaraan bermotor alat berat dan alat besar.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.