Pasang Pelat Nomor Tidak Sesuai Aturan Bakal Kena Denda Rp 500.000

Kompas.com - 20/08/2021, 07:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa kendaraan bermotor ada yang memasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), atau yang sering disebut dengan pelat nomor tidak pada tempat yang telah ditentukan.

Terutama bagi pengemudi kendaraan roda dua yang mencintai dunia modifikasi. Tidak sedikit dari mereka yang memasang pelat nomor di visor untuk bagian depan dan di spakbor belakang.

Alasannya pun beragam, salah satunya adalah akan mengganggu estetika sepeda motor yang ditunggangi jika menaruh di tempat yang telah disediakan.

Baca juga: Jika BPKB Hilang atau Rusak, Begini Cara dan Biaya Membuat yang Baru

Dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), sudah ditetapkan mengenai aturan penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Setiap kendaraan bermotor wajib dilengkapi TNKB atau pelat nomor.

Aturan mengenai TNKB sendiri sudah dituliskan dalam Pasal 68 ayat (4) UU LLAJ. Pasal tersebut menjelaskan bahwa TNKB harus memenuhi syarat, ukuran, bahan, warna, dan cara pemasangan.

Razia knalpot bising Foto: Twitter TMC Polda Metro Jaya Razia knalpot bising

“Aturan mengenai TNKB juga diperkuat oleh Peraturan Kelapa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri) Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor, Pasal 39 ayat (6),” ujar Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Martinus Aditya, belum lama ini kepada Kompas.com.

Dalam pasal tersebut, dijelaskan bahwa TNKB dipasang pada bagian sisi depan dan belakang pada posisi yang telah disediakan pada masing-masing kendaraan bermotor.

“Terkait pemasangan TNKB yang tidak sesuai dengan ketentuan, jelas itu menyalahi aturan,” kata Martinus.

Baca juga: Sudah Tahu Ada STNK dan TNKB Rahasia? Ini Penjelasannya

Kembali ke UU LLAJ, pada Pasal 280 dijelaskan mengenai sanksi bagi orang yang mengemudikan kendaraan bermotor tanpa dilengkapi TNKB yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1), pelanggarannya akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.