ERP Dinilai Lebih Efektif ketimbang Gage

Kompas.com - 19/08/2021, 07:02 WIB
Petugas memberhentikan pengendara yang melanggar aturan ganjil-genap di Jalan Sudirman, Jumat (13/8/2021). ANTARA/Sihol HasugianPetugas memberhentikan pengendara yang melanggar aturan ganjil-genap di Jalan Sudirman, Jumat (13/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai solusi pembatasan lalu-lintas untuk mengatasi kemacetan di DKI Jakarta sudah dilaksanakan, mulai dari skema 3 In 1 hingga ganjil-genap (gage).

Namun, hingga kini masih didapatkan kelemahan pada penerapan gage, sehingga berakibat pada tidak maksimalnya sistem tersebut untuk mengurai kemacetan.

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi, mengatakan, sebetulnya ada cara yang lebih efektif ketimbang dua skema tersebut, yaitu Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar.

Baca juga: Toyota Segarkan Fortuner Australia, Ini Bedanya dengan di Indonesia

"Program tarif kendaraan pada ruas jalan tertentu yaitu jalan dengan intesitas kepadatan tinggi merupakan pola pembatasan lalu lintas yang cukup efektif dengan dibantu perangkat teknologi," kata Budiyanto dalam rilis resmi, Rabu (18/8/2021).

Ilustrasi kamera tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).TRIBUNNEWS.com/JEPRIMA Ilustrasi kamera tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ruas-ruas jalan dengan kepadatan arus tinggi, dapat dipasang perangkat ERP yang mampu  mendeteksi identitas nomor kendaraan dan on board unit (OBU) yang di dalamnya terdapat saldo.

Sistemnya kata Budiyanto, dibuat sedemikian rupa sehingga dapat bekerja secara cepat dan otomatis, yang mampu mendeteksi identitas mobil dan peralatan OBU atau sejenisnya.

Baca juga: Toyota Segarkan Fortuner Australia, Ini Bedanya dengan di Indonesia

"Sayangnya sistem ERP yang sudah diwacanakan sejak tahun 2014 sampai sekarang belum dapat terlaksana," katanya.

"Kalau kita membaca jejak digital rencanya awal ERP akan dilaksanakan tahun 2018 pada ruas-ruas penggal jalan tertentu, mundur tahun 2019 dan 2020 dapat terlaksana," katanya.

Petugas kepolisian berjaga di pos pemeriksaan ganjil genap yang diterapkan karena adanya perpanjangan PPKM level 4 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (15/8/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A Petugas kepolisian berjaga di pos pemeriksaan ganjil genap yang diterapkan karena adanya perpanjangan PPKM level 4 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (15/8/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

"Namun, faktanya sampai sekarang belum dapat terlaksana dengan berbagai kendala, antara lain masalah lelang barang, kemudian karena masalah pandemi covid- 19 dan kendala teknis lainnya," katanya.

Baca juga: Spesifikasi Nissan Leaf di Indonesia, Sudah Diuji Banjir hingga Petir

Menurut Budiyanto, sebenarnya sistem ERP cukup efektif untuk mengendalikan arus lalu-lintas dan mengurai kemacetan.

"Kemudian hasil dari sistem ERP, benefitnya dapat digunakan untuk pengembangan, pembangunan infrastrutur jalan dan fasilitas pendukungnya," katanya.

Budiyanto menilai, penerapan ERP dapat dilaksanakan jika ada komitmen kuat dari pemangku kepentingan yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.