Pelanggar Ganjil Genap di DKI Jakarta Diklaim Menurun

Kompas.com - 19/08/2021, 06:41 WIB
Petugas kepolisian berjaga di pos pemeriksaan ganjil genap yang diterapkan karena adanya perpanjangan PPKM level 4 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (15/8/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APetugas kepolisian berjaga di pos pemeriksaan ganjil genap yang diterapkan karena adanya perpanjangan PPKM level 4 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (15/8/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah resmi memperpanjang PPKM Level 4,3, dan 2 di Jawa dan Bali hingga 23 Agustus 2021.

Dengan adanya perpanjangan PPKM tersebut, otomatis segala aturan yang sebelumnya sudah berjalan masih tetap dilakukan, termasuk penerapan ganjil genap di sejumlah titik di DKI Jakarta yang diberlakukan untuk mengganti penyekatan.

Tepat sepekan diberlakukan, polisi mencatat warga Jakarta mulai patuh terhadap kebijakan ganjil genap dengan melihat makin sedikit mobil berpelat ganjil yang diputar balik hari ini, Rabu (18/8/2021), di Jalan Sudirman.

Baca juga: Imbas Insentif PPnBM, Penjualan Mitsubishi Indonesia Bergerak Positif

“Hari Rabu pukul 09.30 WIB tanggal 18 (Agustus) alhamdulillah dari pagi jam 06.00 sampai 09.30 WIB saya di sini, yang diputar balik mulai berkurang. Masyarakat mulai patuh ini,” ujar Wakasat Lantas Polres Jakarta Selatan (Jaksel) Kompol Soepar, Rabu (18/8/2021).

Soepar menjelaskan, hal tersebut lantaran kebanyakan masyarakat sudah tahu dan sadar adanya peraturan ganjil genap yang dilaksanakan di 8 titik ruas di Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Petugas memberhentikan pengendara yang melanggar aturan ganjil-genap di Jalan Sudirman, Jumat (13/8/2021). ANTARA/Sihol Hasugian Petugas memberhentikan pengendara yang melanggar aturan ganjil-genap di Jalan Sudirman, Jumat (13/8/2021).

Meski begitu, polisi belum menerapkan sanksi tilang kepada pelanggar ganjil genap. Soepar mengaku, beberapa kendaraan yang hendak diputar balik saat melintasi kawasan ganjil genap juga tidak melawan.

“Belum (tilang). Kita masih tahap sosialisasi karena kita masih imbauan. Masih ada 1-2 orang (yang ngeyel). Kita tetap humanis, kita layani. Kita arahkan, dan alhamdulillah mau diputar balik,” kata dia.

Baca juga: Toyota Segarkan Fortuner Australia, Ini Bedanya dengan di Indonesia

Sementara itu, Soepar menjelaskan adanya mobil pelat RFD ganjil yang diperbolehkan melintas di Jalan Sudirman. Menurutnya, pengendara mobil RFD itu membawa surat undangan menuju Istana.

“Itu tadi ada satu mobil RF karena ada undangan ke Istana. Itu ganjil, RF. Tapi dia ada undangan dari Istana, diperbolehkan,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.