Banyak Bus dan Truk Beraksi Oleng, Pengemudinya Kurang Ilmu

Kompas.com - 03/08/2021, 19:21 WIB
Bus oleng tribunnews.comBus oleng

JAKARTA, KOMPAS.com – Kasus bus dan truk yang melakukan aksi oleng di Indonesia memang tidak ada habisnya. Selain itu, beberapa orang pun memilih untuk merekam aksi tersebut dan mengunggahnya ke media sosial.

Dalam unggahan tersebut pun video diedit dengan diberi lagu sedemikian rupa dan sampai viral. Hal ini kadang membuat pengemudi senang atau merasa keren karena bisa terkenal dengan hanya melakukan aksi oleng.

Namun tentu di balik aksi yang dianggap keren tadi, terdapat bahaya yang mengintai. Bus dan truk punya dimensi yang besar, jika dipaksa oleng, bisa saja kendaraan hilang keseimbangan dan terguling, sehingga merugikan diri sendiri dan orang lain.

Baca juga: Honda Super Cub C125 Terbaru Meluncur di Indonesia, Cek Harganya

Sebuah video yang menampilkan aksi truk tangki air di Ngawi, Jawa Timur melakukan aksi oleng, viral di media sosial.facebook/kabar ngawi. Sebuah video yang menampilkan aksi truk tangki air di Ngawi, Jawa Timur melakukan aksi oleng, viral di media sosial.

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan mengatakan, penyebab pengemudi melakukan aksi oleng adalah karena mereka tidak memperoleh cukup pengetahuan tentang mengemudikan kendaraan besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ini sangat berbeda dengan moda lain seperti pesawat, kereta, dan kapal. Mereka dipastikan memahami sistem pada modanya dan konsekuensi yang akan ditimbulkan,” kata Wildan kepada Kompas.com, Selasa (3/8/2021).

Sayangnya di jalanan, pengemudi bus dan truk hanya bisa membawa kendaraan tanpa memahami sistem kendaraan.

Oleh karena itu, KNKT beberapa kali menyarankan agar pengemudi bus dan truk wajib mengikuti pelatihan kompetensi di samping SIM B.

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, Syarat Perjalanan Darat Masih Berlaku

“Pelatihan kompetensi (dilakukan sertifikasi) sangat penting, kecelakaan pada bus dan truk yang berulang ini tidak terlepas dari lemahnya pemahaman pengemudi,” ucap Wildan.

Sampai saat ini, pembuat regulasi belum membuat peraturan yang mewajibkan pengemudi bus dan truk mengikuti standar kompetensi. Sehingga, pengemudi tidak pernah belajar mengemudi dengan sistematis dan terstruktur.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.