Demi Mobil Ceper Sasis Rela Dicoak, Ini Risikonya

Kompas.com - 30/07/2021, 16:21 WIB
Modifikasi mobil ceper hingga mencoak sasis Akun Facebook Alwin PutraModifikasi mobil ceper hingga mencoak sasis

JAKARTA, KOMPAS.com - Memodifikasi mobil jadi salah satu kegiatan yang umum dilakukan para pecinta otomotif. Ubahan dilakukan demi mendapatkan bentuk mobil sesuai seleranya masing-masing.

Salah satu aliran modifikasi yang kerap ditemui adalah membuat mobil makin ceper. Demi memperpendek jarak ground clearance-nya, kaki-kaki mobil jadi sasaran utama untuk diubah.

Namun modifikasi ceper pada sebagian jenis mobil memiliki konsekuensi yang harus dihadapi. Salah satunya adalah jarak antara sasis mobil dengan gardan jadi makin mepet.

Maka dari itu, sasis mobil pun dikorbankan dengan cara dicoak sebagian agar ada jarak antara sasis dengan gardan.

Sebab jika jarak antara keduanya terlalu mepet, dikhawatirkan batang gardan mentok ke sasis saat mobil diisi muatan. Risikonya gardan dan sasis bisa berbenturan berulang kali.

Baca juga: Siap-siap, Bulan Depan Ada Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jawa Barat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Membuat coakan pada sasis pun akan menimbulkan konsekuensi lanjutan yang harus dihadapi oleh pemilik mobil.

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan bahwa mencoak sasis jelas akan mengurangi kekuatan sasis tersebut.

Sasis yang dicoak diberi tambahan pelat besi sebagai penguat agar tidak mudah bengkok atau patahAkun Facebook Iwan Hanjaya Jaya AC Sasis yang dicoak diberi tambahan pelat besi sebagai penguat agar tidak mudah bengkok atau patah

"Yang pasti kekuatan sasis berkurang. Jika membuat coakan yang berlebihan, kekuatannya bisa berkurang hingga separuh lebih," ungkap Didi kepada Kompas.com belum lama ini.

Menurutnya, modifikasi mobil ceper yang terlalu ekstrem hingga mengharuskan pemilik mobil mencoak sasis mobilnya terbilang berbahaya.

Baca juga: Mengenal Bodi Bus Legacy SR2 Transporter, Bisa Angkut Motor

Didi menyebutkan risikonya seperti sasis bisa bengkok. Coakan yang berlebihan hingga melebihi separuh lebar sasis bisa juga berujung pada patahnya sasis.

Ia mengingatkan bahwa pada dasarnya semua produsen mobil sudah mendesain produknya dengan berbagai perhitungan.

Mengubah bentuk sasis seperti membuat coakan tentu tidak disarankan. Sebab hal ini akan sangat berpengaruh pada distribusi beban dan menyebabkan deformasi seiring usia mobil yang makin tua.

Jika tetap memaksa mencoak sasis demi modifikasi ceper, maka pada bagian atas coakan perlu diberi tambahan pelat besi dan dilas langsung pada sasis sebagai penguat.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.