Kompas.com - 29/07/2021, 16:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar mobil bekas termasuk yang paling tertekan saat pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, yang kini berganti nama jadi PPKM level 3 dan 4 di Jawa dan Bali hingga 2 Agustus 2021.

Beberapa pedagang mobil bekas kini hanya mengandalkan penjualan melalui online yang mengarah pada segmentasi tertentu.

“Sejak awal diterapkan PPKM hingga kini showroom tutup total. Hanya mengandalkan penjualan melalui online,” ujar Joni Gunawan, salah satu pebisnis mobil bekas di WTC Mangga Dua, kepada Kompas.com, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Mengenal Bodi Bus Legacy SR2 Transporter, Bisa Angkut Motor

Joni mengaku, sejak PPKM darurat diberlakukan, penjualan mobil bekas mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni di atas 70 persen.

“Karena tidak banyak yang transaksi lewat online. Selain itu, hanya mobil-mobil tertentu yang dicari oleh konsumen, kebanyakan mobil murah untuk keluarga seperti Avanza atau Xenia,” kata Joni.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Andi pemilik Jordy mobil di MGK Kemayoran. Semenjak PPKM diberlakukan, pihaknya hanya mengandalkan penjualan secara online.

Bursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta SelatanKompas.com/Dio Bursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta Selatan

“Ada penjualan online. Kalau ada yang mau, mobil kita bawa pulang ke rumah untuk selanjutnya diberikan ke konsumen. Mengingat showroom sedang ditutup karena aturan pemerintah,” ucap Andi.

Menurut Andi, penjualan mobil bekas saat ini lebih mengandalkan mobil yang tergolong murah.

“Mobil di bawah Rp 200 juta masih banyak bergerak seperti Brio atau CR-V, di atas Rp 200 juta kurang,” kata dia.

Baca juga: Mana Cara Tutup Kap Mesin yang Benar, Dibanting atau Ditekan?

Agar dapat bersaing, beberapa pedagang mobil bekas menurunkan harga meski untuk tipis. Cara ini dilakukan agar bisa menarik perhatian calon konsumen dengan strategi jual cepat. Adapun untuk penurunannya tergantung pada jenis mobil.

“Memang ada penurunan, tapi tidak banyak. Paling kisaran Rp 5 jutaan saja,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.