Mana Cara Tutup Kap Mesin yang Benar, Dibanting atau Ditekan?

Kompas.com - 29/07/2021, 14:41 WIB
Ilustrasi mesin mobil overheat roberts.com.phIlustrasi mesin mobil overheat

JAKARTA, KOMPAS.com - Mentup kap mesin mobil merupakan pekerjaan sederhana yang bisa dilakukan setiap orang. Tetapi, hal tersebut tidak boleh dilakukan secara asal.

Ada teknik tersediri yang bisa dilakukan ketika ingin menutup kap mesin. Sebab, jika salah-salah dapat membuat struktur kap mesin rusak.

Selama ini ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menutup kap mesin mobil. Pertama, membanting hingga mengunci sendiri.

Kemudian yang kedua menekan kap mesin agar bisa langsung mengait dengan sistem kuncinya.

Baca juga: Hyundai dan LG Energy Solution Bangun Pabrik Baterai di Indonesia

Lantas, cara mana yang paling benar dan minim risiko?

Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriadi mengatakan, pada buku pedoman kepemilikan kendaraan cara menutup kap mesin yang baik dan benar sebetulnya sudah dicantumkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Rekomendasi pabrikan adalah dengan dijatuhkan dari jarak sekitar 20 sampai 30cm, tidak perlu sampai dibanting,” ujar Bambang saat dihubungi Kompas.com, Kamis (29/8/2021).

Sebab, kap mesin umumnya memiliki bobot yang berat, sehingga tanpa perlu gaya dorong sesuai gravitasi akan menekan pengaitnya hingga terkunci.

Peredam tutup kap mesn Grand New VelozStanly/Otomania Peredam tutup kap mesn Grand New Veloz

Selain itu, menurut Bambang, menekan atau membanting kap mesin secara berulang-ulang bisa menyebabkan permukaan kap bergelombang atau malah penyok dan bengkok.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi. Ia mengatakan, idealnya kap mesin dilepas sekitar jarak 20 samapi 30 cm, namun tergantung dari berat atau ringannya kap mesinnya.

Baca juga: Daftar Diskon Hatchback, Baleno Tembus Rp 20 Juta, Yaris Rp 10 Juta

“Kalau ditekan ada potensi penyok atau malah berpotensi kerusakan pada mekanisme lock dan kap mesin itu sendiri. Namun kembali kepada besarnya tekanan, berat atau ringan kap mesin dan konstruksinya,” kata Didi.

Jangan lupa, saat ingin menutup kap mesin pastikan tidak ada orang di sekitar atau tangan yang masih menyentuh bagian depan mobil. Hal ini sebagai tindak pencegahan agar tidak ada jari yang terjepit.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.