Hyundai dan LG Energy Solution Bangun Pabrik Baterai di Indonesia

Kompas.com - 29/07/2021, 13:19 WIB
Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai Ioniq KOMPAS.com/RulyIlustrasi proses charge mobil listrik Hyundai Ioniq
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Hyundai Motor Group bersama LG Energy Solution Ltd akan membangun usaha patungan untuk memproduksi baterai kendaraan listrik di dalam negeri untuk memastikan pasokan baterai pada electric vehicle (EV).

Melalui keterangan resminya, Kamis (29/7/2021), kedua perusahaan telah menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan pemerintah Indonesia membentuk join venture di Karawang, Bekasi, Jawa Barat.

Seremonial dilakukan oleh Sung Hwan Cho, President and CEO Hyundai Mobis, dan President LG Energy Solution Jong Hyun Kim di kantor pusat LG Energy Solution, Seoul, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Selain Hyundai, Wuling Diklaim Mau Produksi Mobil Listrik di Indonesia

Hyundai Motor Group bersama LG Energy Solution Ltd akan membangun usaha patungan untuk memproduksi baterai kendaraan listrik di dalam negeri untuk memastikan pasokan. Hyundai Motor Group bersama LG Energy Solution Ltd akan membangun usaha patungan untuk memproduksi baterai kendaraan listrik di dalam negeri untuk memastikan pasokan.

Langkah strategis ini dihadiri juga oleh Bahlil Lahadia, Menteri Investasi Indonesia dan Presiden Direktur Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho secara virtual.

Melalui kerja sama itu, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution akan menginvestasikan dana senilai 1,1 miliar dollar AS ke dalam joint venture untuk membangun pabrik sel baterai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka masing-masing berhak atas 50 persen kepemilikan saham. Pemerintah Indonesia pun setuju untuk mendukung melalui berbagai insentif untuk kelancaran proses operasional yang stabil dari pabrik tersebut.

Pembangunan pabrik dijadwalkan akan dimulai pada kuartal keempat tahun 2021, dan akan selesai pada semester pertama tahun 2023.

Sedangkan produksi massal sel baterai di fasilitas baru ini diharapkan akan dimulai pada semester pertama tahun 2024.

Baca juga: Bikin Mobil Listrik Murah, Bisa Tiru Keberhasilan Program LCGC

Hyundai Kona Electric 2021. SUV elektrik ini menawarkan pembaruan dibanding model sebelumnya.Kompas.com/Setyo Adi Hyundai Kona Electric 2021. SUV elektrik ini menawarkan pembaruan dibanding model sebelumnya.

Dengan usaha manufaktur sel baterai ini, Grup dan LG Energy Solution semakin memperkuat kemitraan strategis yang dimulai lebih dari satu dekade lalu.

Lokasi pabrik, Karawang, di pilih sebagai tempat pembangunan pabrik dengan mempertimbangkan berbagai faktor, di antaranya karena Indonesia merupakan salah satu produsen nikel--bahan baku utama baterai-- terbesar dunia.

Untuk diketahui, Indonesia adalah salah satu produsen nikel terbesar di dunia, yang merupakan bahan baku utama untuk baterai kendaraan listrik.

Pemerintah Indonesia juga telah secara proaktif membina ekosistem dan infrastruktur industri EV sehingga Indonesia dapat memainkan peran penting dalam kompetisi EV global.

Hal pendukung lain adalah lokasi Karawang yang cukup dekat dengan Jakarta sebagai ibukota Indonesia.

Selain itu, Karawang telah memiliki jaringan transportasi yang lengkap termasuk bandar udara, pelabuhan, dan juga jalan bebas hambatan.

Baca juga: Selain Hyundai, Wuling Diklaim Mau Produksi Mobil Listrik di Indonesia

Ilustrasi baterai mobil listrik LG Chemhttps://www.caixinglobal.com/ Ilustrasi baterai mobil listrik LG Chem

Sehingga karawang telah berhasil menarik minat dari berbagai industri berskala besar untuk membangun fasilitas di area tersebut seperti otomotif, elektronik, logistik, konstruksi material dan lainnya.

Produksi sel baterai yang dapat memenuhi kebutuhan lebih dari 150.000 kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) per tahun. Adapun pabrik akan dibangun di atas lahan seluas 330.000 meter persegi.

Ketika beroperasi penuh, fasilitas ini diharapkan menghasilkan sel baterai lithium-ion NCMA dengan total 10 GWh setiap tahunnya, dan mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 150.000 unit mobil listrik.

Sel baterai yang diproduksi oleh pabrik di Karawang akan digunakan pada model EV dari Hyundai Motor dan Kia yang dibangun di atas platform BEV khusus Hyundai Motor Group, yaitu Electric-Global Modular Platform (E-GMP).

Baca juga: Lulus Kuliah dan Baru Bekerja Bisa Kredit Mobil, Begini Caranya

Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasiSHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETS Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi

Pabrik baru ini juga akan membantu Hyundai dan Kia memproduksi kendaraan dengan efisiensi, kinerja, dan keamanan tinggi dengan memasok sel baterai yang dioptimalkan untuk dua model BEV dari produsen mobil tersebut.

Kerjasama dengan LG Energy Solution juga akan membantu Hyundai Mobis untuk mendapatkan pasokan sel baterai mobil listrik di masa mendatang, seiring dengan permintaan global mobil listrik yang diperkirakan akan terus meningkat.

Kemudian hingga tahun 2025, Hyundai Motor Group bertujuan untuk memperluas jajaran BEV ke lebih dari 23 model dan menjual 1 juta BEV setiap tahun di pasar global.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.