Ford Mustang Terbakar Tiba-tiba, IMI Dorong Uji Kelayakan Mobil Klasik

Kompas.com - 27/07/2021, 12:42 WIB
Mobil terbakar yang diketahui adalah Ford Mustang Shelby GT500, di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, dan diduga karena terjadi korsleting listrik Dok. @tmcpoldametroMobil terbakar yang diketahui adalah Ford Mustang Shelby GT500, di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, dan diduga karena terjadi korsleting listrik
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kasus mobil terbakar secara tiba-tiba kembali terjadi, kali ini menimpa mobil klasik Ford Mustang Shelby GT500 di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Senin (26/7/2021) pukul 17.15 WIB.

Mobil dengan nomor polisi B 60 NNE diduga mengalami korsleting listrik sebelum akhirnya timbul api pada bagian kap mesin hingga menjalar ke bagian tengah.

Rifat Sungkar, Wakil Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), mengatakan, pihaknya amat menyesali kejadian tersebut.

Baca juga: [VIDEO] Membandingkan Palisade, Pajero Sport, dan Fortuner

Mobil terbakar yang diketahui adalah Ford Mustang Shelby GT500, di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, dan diduga karena terjadi korsleting listrikDok. @tmcpoldametro Mobil terbakar yang diketahui adalah Ford Mustang Shelby GT500, di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, dan diduga karena terjadi korsleting listrik

“Pastinya ini menjadi hal yang harus kita pelajari, bahwa sebetulnya keselamatan adalah nomor satu,” ujar Rifat, dalam keterangannya kepada Kompas.com (27/7/2021).

“Oleh sebab itu, di sini kita sudah banyak berdiskusi dengan Departemen Perhubungan, untuk membicarakan layak jalan kendaraan-kendaraan klasik,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, uji layak kendaraan klasik merupakan hal yang tidak pernah terungkap di Indonesia. Padahal hal tersebut dapat melestarikan cagar budaya otomotif di Tanah Air.

Baca juga: Simak Simulasi Kredit Daihatsu Rocky 1.2L, Cicilan Rp 4 Jutaan

Puluhan mobil klasik ramaikan Kustomfest 2019Kompas.com/Donny Puluhan mobil klasik ramaikan Kustomfest 2019

Sementara di luar negeri, kendaraan berusia 25 tahun ke atas masuk dalam kategori khusus, yang cukup mendapat perhatian.

“Perhatiannya adalah, yang paling utama tentang unsur keselamatan. Baik itu dari segi konstruksi, kemudian keadaan piranti gerak, seperti mesin, rem, transmisi, sasis, dan hal-hal lain yang bisa mempengaruhi keselamatan berkendara,” ucap Rifat.

“Sementara tugas saya di IMI Mobility dengan Departemen Perhubungan, kemudian bicara juga dengan Kakorlantas, supaya kelayakan jalan kendaraan-kendaraan ini bisa diterima, kayak tadi kasusnya mobil terbakar,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.