Lebih Dekat dengan Fin Komodo Bertenaga Listrik Karya Anak Bangsa

Kompas.com - 19/07/2021, 13:32 WIB
Fin Komodo Bledhex KOMPAS.com/SETYO ADIFin Komodo Bledhex

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah tampil perdana di IIMS 2021 lalu, akhirnya redaksi berkesempatan merasakan sensasi berkendara Fin Komodo Bledhex yang dibekali tenaga listrik langsung di habitat aslinya.

Kendaraan multiguna garapan PT Fin Komodo Teknologi asal Cimahi, Jawa Barat ini, secara tampilan memang tak berbeda dengan versi konvensional. Termasuk dari sisi layout interior yang memang hanya diperuntukan untuk membawa dua penumpang saja.

Namun bicara soal tenaga, sudah pasti sangat jauh bedanya. Tapi sebelum mengulik soal sensasi berkendara, seperti biasa kita awali dulu dengan sedikit mengupas tampilan luar dalamnya.

Baca juga: Toyota dan Panasonic Siap Produksi Baterai Mobil Listrik Murah

Bicara dari segi dimensi, kendaraan listrik karya anak bangsa ini memiliki panjang 3.400 mm, lebar 1.635 mm, dan tinggi 1.645 mm. Sedangkan ground clearence dibuat cukup jenjang, yakni 310 mm, untuk menyesuaikan fungsinya yang bisa melintasi segala medan.

Fin Komodo BledhexKOMPAS.com/SETYO ADI Fin Komodo Bledhex

Untuk rangka, Fin Komodo Bledhex menggunakan tubular, bagian suspensi depan mengusung full independent double whisbone dengan per keong, demikian juga untuk belakang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nah, ini yang menarik, pasalnya rancang bangun Fin Komodo yang terkontruksi dengan baik dan saling berhubungan antara satu komponen dengan lainnya, membuat kendaraan ini punya tingkat kestabilan yang sangat baik di medan terjal, bahkan ketika tancap gas sekalipun.

Sama dengan versi konvensional, kapasitas tampung yang dimiliki hanya untuk dua orang, sementara jok dibuat semi racing hasil karya IKM lokal. Sabuk pengaman 4 titik juga sudah tersedia sebagai perangkat keselamatan.

Meski layot interior sama, tapi dari instrumen dasbor Fin Komodo Bledhex sudah serba digital melalui layar sentuh android. Sementera untuk pengoperasian transmisi tetap mengusung model matik.

Baca juga: Kebut Elektrifikasi, Kemenperin Kembangkan Baterai dan SPKLU

Fin Komodo BledhexKOMPAS.com/SETYO ADI Fin Komodo Bledhex

Ibnu Susilo, pendiri PT Fin Komodo mengatakan, konsep dari pengembangan Bledhex sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari, tepatnya dimulai dari 2013 lalu. Namun karena kondisi, pada 2014 prosesnya sempat dihentikan.

"Waktu itu berhenti karena dana, lalu kami mulai lagi prosesnya di 2018 dengan mengandeng ITS dan kemitraan dengan LPDP," ucap Ibnu kepada Kompas.com, di Cimahi beberapa waktu lalu.

"Riset dan desain dilakukan pada tahun itu, lalu di 2019 kami melaukan pengujian jalan aspal dari Labuan Bajo, jadi rutenya NTT, NTB, masuk ke Bali, Pulau Jawa, dan selesai di DKI Jakarta," kata dia.

Fin Komodo BledhexKOMPAS.com/SETYO ADI Fin Komodo Bledhex

Total perjalanan menurut Ibnu kurang lebih 2.000 km untuk jalan aspal, dan saat pengujian perdana tersebut, Fin Bledhex diklaim mampu membuktikan diri lantaran tak ada masalah sama sekali.

Baca juga: Fin Komodo Siap Ramaikan Kendaraan Listrik

Pada tahun berikut, yakni di 2020, pengujian kembali dilakukan, namun kali ini khusus medan off-road yang dilakukan dengan jalur lintas hutan. Total jaraknya tempuhnya sejauh 1.500 km, dengan hasil tak ada kendala apapun.

Fin Komodo BledhexKOMPAS.com/SETYO ADI Fin Komodo Bledhex

"Kalau kendala tidak ada, saat pengujian untuk pengisian baterai kita kerja sama dengan PLN, jadi tiap mengisi itu kita lakukan di kantor-kantor PLN. Semua aman, baterai juga kita uji saat melintas di air dan lumpur tidak masalah," ucap Ibnu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X