Ini Alasan Kenapa Ban Vulkanisir Hanya Boleh Dipasang di Roda Belakang

Kompas.com - 30/06/2021, 09:12 WIB
vulkanisir ban suarakarya.idvulkanisir ban

JAKARTA, KOMPAS.com - Ban vulkanisir umum ditemukan terpasang pada kendaraan niaga seperti truk. Ban vulkanisir merupakan ban yang telapaknya dilapisi dengan yang baru.

Penggunaan ban vulkanisir menjadi salah satu upaya untuk menyelamatkan lingkungan. Dengan melakukan vulkanisir pada ban, sampah ban dapat berkurang.

Dapat dikatakan ban vulkanisir adalah contoh upaya untuk me-reuse sebuah ban. Penggunaan ban vulkanisir pada kendaraan niaga dinilai menguntungkan, sebab masa pakai sebuah ban jadi lebih panjang.

Baca juga: Polda Metro Perluas Lokasi Pembatasan Mobilitas di Jadetabek

Meski alur pada telapak ban sudah gundul, jika casing ban masih kokoh maka telapak ban bisa dilapisi dengan yang baru sehingga bisa dipakai kembali.

vulkanisir bantransportasi.co vulkanisir ban

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun ternyata pemasangan ban vulkanisir pada kendaraan niaga telah diatur lebih detail secara hukum pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 29 Tahun 2015. Regulasi tersebut menyatakan bahwa penggunaan ban vulkanisir hanya diperbolehkan pada roda belakang. Mengapa begitu?

Bambang Widjanarko, Tire & Rim Consultant sekaligus Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY membenarkan bahwa pemasangan ban vulkanisir hanya untuk roda belakang saja.

Baca juga: Ini PO Bus AKAP Pertama yang Pakai Bus Tingkat di Indonesia

"Karena ban vulkanisir dianggap sebagai kehidupan kedua sebuah ban. Tentu kekuatan casing-nya tidak sebagus ban yang masih orisinil," kata Bambang saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Ia pun menjelaskan bahwa umumnya roda belakang kendaraan niaga menganut sistem roda ganda. Hal inilah yang jadi salah satu dasar kebijakan pemasangan ban vulkanisir.

bahan ban vulkanisirAlibaba bahan ban vulkanisir

Dengan berbekal asumsi jika ada satu ban vulkanisir yang rusak, kendaraan masih bisa melanjutkan perjalanan menuju tempat perbaikan darurat. Sebab roda belakang masih bisa menopang beban kendaraan untuk sementara meski tidak maksimal.

Baca juga: Beli Baru Harus Inden, Simak Daftar Harga Fortuner Bekas

Beda halnya dengan roda depan. Bagian ini terhubung langsung dengan setir sebagai kontrol kemudi. Oleh karena itu roda depan harus selalu dipasang ban yang masih orisinil, bukan vulkanisir.

Larangan penggunaan ban vulkanisir untuk roda depan menjadi upaya pencegahan kecelakaan yang diakibatkan oleh kerusakan ban.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X