Kompas.com - 29/06/2021, 18:21 WIB
Asap yang mengandung banyak gas buang berbahaya dari kendaraan bermotor. dosomethingAsap yang mengandung banyak gas buang berbahaya dari kendaraan bermotor.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Knalpot merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan bermotor yang kerap menjadi perhatian, tak terkecuali dalam dunia modifikasi karena bisa menghasilkan suara berkarakter.

Hanya saja, bila pemilik ingin melakukan pergantian di bagian ini, tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Sebab, penggunaan pipa pada knalpot harus tepat agar gas buang terdorong.

Sebagaimana diketahui, pada dasarnya, knalpot adalah bagian dari kendaraan yang dipasang sebagai saluran pembuangan. Tiap mesin pembakaran yang terdapat dalam mobil mengeluarkan sisa hasil pembakaran.

Baca juga: Alasan Kenapa Beban Pajak Kendaraan Bisa Berubah Setiap Tahun

Suasana pembuatan knalpot di salah satu rumah produksi di Jalan Kiswadi Desa Pesayangan Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (10/3/2017). Desa ini disebut desa knalpot karena sejumlah warganya memproduksi knalpot mobil dan motor.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana pembuatan knalpot di salah satu rumah produksi di Jalan Kiswadi Desa Pesayangan Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (10/3/2017). Desa ini disebut desa knalpot karena sejumlah warganya memproduksi knalpot mobil dan motor.

Hasil proses yang berlangsung di mesin pembakaran akan dibuang melalui saluran berbentuk pipa. Oleh karena itulah knalpot selalu diletakkan di bagian buritan, dan menghadap ke belakang.

Supaya, sisa pembakaran tadi dibuang ke arah yang tepat atau tak membahayakan pengguna maupun orang sekitar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk rekomendasi ukuran pipa knalpot, Anda dapat menggunakan rumus ini. Jika kapasitas mesin mobil di angka 1.000 cc hingga 1.500 cc, maka gunakan pipa knalpot dengan diameter 2 inci," ujar Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000 dalam keterangan tertulis, Selasa (29/6/2021).

Lalu, jika kapasitas mesin sekitar 1.500 cc hingga 2.000 cc, maka bisa menggunakan pipa knalpot diameter 2,5 inci. Begitu juga untuk perbandingan kapasitas mesin dan diameter yang lebih tinggi lagi.

Menurut Imansyah, pipa knalpot mobil memang sangat sulit untuk disesuaikan karena membutuhkan perhitungan kombinasi antara letak mesin, karburator, intake manifold, dan tempat masuknya bahan bakar.

Baca juga: Angkat Moge Jatuh Tidak Boleh Sembarangan, Begini Caranya

Sejumlah knalpot siap dipasarkandi salah satu rumah produksi di Jalan Kiswadi Desa Pesayangan Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (10/3/2017). Desa ini disebut desa knalpot karena sejumlah warganya memproduksi knalpot mobil dan motor.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Sejumlah knalpot siap dipasarkandi salah satu rumah produksi di Jalan Kiswadi Desa Pesayangan Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (10/3/2017). Desa ini disebut desa knalpot karena sejumlah warganya memproduksi knalpot mobil dan motor.

"Selain itu, jangan lupa untuk menyesuaikan resonator, header, serta muffler dengan ukuran pipa knalpot. Pilih pipa dengan lekukan bulat dan baik agar sisa gas buang mampu mengalir secara lancar," lanjut dia.

Lebih jauh, berikut fungsi knalpot pada kendaraan bermotor:

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.