Biar Tidak Salah, Begini Cara Menghitung Pajak Kendaraan Bermotor

Kompas.com - 29/06/2021, 14:12 WIB
sejumlah warga melakukan pengurusan pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat. ari purnomosejumlah warga melakukan pengurusan pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penetapan besaran nominal pajak kendaraan bermotor yang harus dibayarkan oleh si pemilik kendaraan dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Faktor tersebut antara lain adalah nilai jual kendaraan bermotor (NJKB), tarif pajak, serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Dasar perhitungan tarif pajak kendaraan di wilayah DKI Jakarta sendiri telah tertuang dalam Perda Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor.

Baca juga: Salah Kaprah Fungsi Tuas Spion Tengah di Mobil, Ternyata Ini Manfaatnya

Jika kendaraan yang dimiliki merupakan kendaraan pertama, maka perhitungannya adalah tarif pajak sebesar 2 persen dikalikan NJKB dikalikan bobot koefisien kendaraan tersebut.

Sementara untuk nominal SWDKLLJ sendiri telah ditentukan sesuai golongan kendaraan bermotor. Ini berarti faktor yang mempengaruhi besaran pajak kendaraan bisa berubah adalah harga jual kendaraan atau NJKB-nya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi STNK, Bayar pajak motor online dan cara bayar pajak motor online.Shutterstock/Muh. Imron Ilustrasi STNK, Bayar pajak motor online dan cara bayar pajak motor online.

Herlina Ayu, Humas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta pun membenarkan mengenai besaran SWDKLLJ yang telah ditetapkan.

"SWDKLLJ untuk kendaraan roda dua sebesar Rp 35.000, sedangkan roda empat sebesar Rp 143.000. Dari hasil itu diketahui nanti pajaknya berapa," ungkapnya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Lelang Mobil Dinas, Kijang Innova Mulai Rp 60 Jutaan

Sebagai contoh ilustrasi perhitungan pajak kendaraan, misalkan terdapat sepeda motor dengan NJKB sebesar Rp 10 juta. Maka rumus perhitungannya adalah 2 persen x Rp 10 juta x 1 (koefisien bobot kendaraan) sehingga didapatkan nominal pajak Rp 200.000.

Selanjutnya, nominal pajak tersebut dijumlahkan dengan angka SWDKLLJ yang sudah ditetapkan. Dengan besaran SWDKLLJ untuk sepeda motor sebesar Rp 35.000, maka total pajak tahunan yang harus dibayar oleh pemilik kendaraan adalah Rp 235.000.

Pajak kendaraan Kawasaki Ninja ZX-25R ABS SEKompas.com/Donny Pajak kendaraan Kawasaki Ninja ZX-25R ABS SE

Herlina lantas melanjutkan, untuk kepemilikan kedua kendaraan yang sama jenisnya, pemilik kendaraan sudah dikenakan tarif pajak progresif. Oleh karena itu perhitungannya akan berbeda.

Baca juga: Wuling Pangkas Harga Confero, Lebih Murah dari Toyota Calya

“Pajak progresif ini berlaku bagi kendaraan kedua dengan kelipatan 0,5 persen dari kendaraan pertama, begitu seterusnya menyesuaikan jumlah kendaraan hingga ke-17,” tuturnya.

Untuk kendaraan kedua, rumus perhitungannya adalah tarif progresif sebesar 2,5 persen dikalikan NJKB dikalikan koefisien kendaraan, lalu ditambah SWDKLLJ.

Sebagai contoh ilustrasi untuk kepemilikan kendaraan sepeda motor kedua, jika NJKB-nya sama-sama bernilai Rp 10 juta, maka perhitungannya adalah 2,5 persen x Rp 10 juta x 1 = Rp 250.000. Usai ditambah SWDKLLJ sebesar Rp 35.000, besaran pajak tahunannya adalah Rp 285.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.