Waspada, Kebiasaan Sepele yang Bikin Transmisi Matik Cepat Rusak

Kompas.com - 29/06/2021, 12:42 WIB
Kompas.com menjajal Wuling Cortez CT type S dengan transmisi CVT. Kompas.comKompas.com menjajal Wuling Cortez CT type S dengan transmisi CVT.
|

JAKARTA, KOMPAS.comTransmisi otomatis menawarkan kemudahan dan kepraktisan dibandingkan transmisi manual. Meski begitu, masih banyak pengemudi yang kerap melakukan kesalahan dalam proses pengoperasiannya.

Walaupun sepele, tapi jika dibiarkan lama-kelamaan bakal merusak sistem transmisi secara keseluruhan. Oleh sebab itu, jika transmisi matik ingin awet, pengemudi harus mengubah kebiasaannya.

"Jadi selain berkendara agresif atau sering memindahkan tuas, ada kesalahan lain yang sering sekali dilakukan tapi tidak disadari,” ujar pemilik bengkel spesialis Worner Matic Hermas Efendi Prabowo, kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Salah Kaprah Fungsi Tuas Spion Tengah di Mobil, Ternyata Ini Manfaatnya

Tuas transmisi mobil matik Tuas transmisi mobil matik

“Paling umum itu adalah terlalu cepat berakselerasi saat transmisi baru saja dipindahkan ke posisi D atau R," ucap Hermas.

Biasanya ketika pengendara memindahkan tuas ke posisi D, tanpa ada jeda langsung menginjak pedal gas. Padahal dibutuhkan momen sejenak agar kerja transmisi lebih optimal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadi, setelah memindahkan atau menggeser tuas ke posisi D, Hermas mengatakan baiknya jangan langsung tancap gas, namun berikan jeda kurang lebih beberapa detik.

Baca juga: Lelang Mobil Dinas, Kijang Innova Mulai Rp 60 Jutaan

Alex Tiris (baju oranye) tengah menjalani profesinya sebagai juru parkir di pusat Kota Jayapura. Berkat kegigihan dan keikhlasannya dalam bekerja, putra ketiganya, Always Giving Hamonangan Tiris berhasil meraih penghargaan Adi Makayasa AAL, Jayapura, Papua, Rabu (23/6/2021)Dok Penerangan Lantamal X Jayapura Alex Tiris (baju oranye) tengah menjalani profesinya sebagai juru parkir di pusat Kota Jayapura. Berkat kegigihan dan keikhlasannya dalam bekerja, putra ketiganya, Always Giving Hamonangan Tiris berhasil meraih penghargaan Adi Makayasa AAL, Jayapura, Papua, Rabu (23/6/2021)

Demikian juga saat akan pindah ke posisi R, misal untuk mundur ketika parkir. Setelah digeser, pengendara juga tidak boleh langsung injak pedal gas, yang seakan memaksa mobil melaju.

"Sadar tidak sadar hal ini banyak dilakukan dan hal itu pula yang membuat umur transmisi otomatis mudah rusak," kata Hermas.

Begitu juga saat ingin memindahkan ke posisi P. Pengemudi sebaiknya memberikan waktu beberapa saat setelah berhenti total, baru pindahkan tuas transmisi ke posisi P.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.