Mengapa Masih Banyak Motor Selonong Keluar dari Gang

Kompas.com - 28/06/2021, 09:22 WIB
Arus lalu lintas di Jalan Raya Pajajaran arah Jalan Otista, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami kepadatan imbas diberlakukannya sistem ganjil genap di seputar Istana Kepresidenan Bogor atau jalur sistem satu arah (SSA), Sabtu (1/5/2021). KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHArus lalu lintas di Jalan Raya Pajajaran arah Jalan Otista, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami kepadatan imbas diberlakukannya sistem ganjil genap di seputar Istana Kepresidenan Bogor atau jalur sistem satu arah (SSA), Sabtu (1/5/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi jalanan di Indonesia memang beragam. Tidak hanya jalan perkotaan, ada juga jalanan yang melewati pemukiman warga yang penuh dengan gang.

Sering terjadi, ketika melewati jalanan yang banyak gang, ada saja pengendara motor yang menyelonong keluar. Bahkan yang bikin kesal, mereka selonong dan kadang juga tidak menyalakan lampu sein dan tidak mengenakan helm.

Jika tidak waspada, tentu bisa terjadi kontak dengan mereka yang asal selonong masuk ke jalan utama. Lalu bagaimana menghadapi orang-orang yang asal selonong seperti tadi?

Baca juga: Tak Terima Diklakson, Pengemudi Pajero Sport Ngamuk dan Merusak Truk

Pengendara sepeda motor di bawah umur dan tak pakai helm.Roderick Adrian Moses Pengendara sepeda motor di bawah umur dan tak pakai helm.

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, budaya ini biasanya terjadi karena domisili. Biasanya pengendara motor yang bermukim di daerah tersebut kerap asal selonong karena merasa mengusai kawasannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Mereka hanya mampu mengendarai namun kurang dalam memprediksi bahaya. Sehingga sering ceroboh saat di jalan seperti itu (selonong),” ucap Agus kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Jajal Kenyamanan Toyota HiAce yang Disulap Jadi Motorhome

Alasan pendukungnya, karena sering lewat daerah tersebut, timbul rasa aman-aman saja sehingga tidak mempedulikan kendaraan lain. Padahal situasi jalanan selalu tidak sama, sehingga potensi bahaya akan selalu ada.

“Dalam berkendara kita harus bisa memprediksi bahaya yang akan terjadi. Salah satu area yang paling rawan terjadinya kecelakaan adalah di persimpangan,” kata Agus.

Jadi, pastikan pandangan selalu ke depan saat berkendara, sehingga ketika terlihat motor hendak keluar dari gang menuju jalan utama, sudah bisa diantisipasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.