Kompas.com - 28/06/2021, 08:12 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Berkendara sewaktu hujan dengan kondisi cahaya yang relatif lebih gelap, membuat sejumlah orang menyalakan lampu hazard. Padahal cara ini tidak tepat, mengingat fungsi lampu hazard sebenarnya untuk keperluan darurat.

Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, lampu hazard sebetulnya tidak diperuntukkan untuk hujan.

Melainkan berfungsi sebagai penanda keadaan darurat yang dialami pengemudi mobil. Contohnya saat mobil mogok, mengalami pecah ban, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya.

Baca juga: Hasil MotoGP Belanda 2021, Quartararo Juara, Rossi Kecelakaan

Ilustrasi berkendara di musim hujan- Ilustrasi berkendara di musim hujan

“Untuk kondisi hujan, sebetulnya pengemudi tak perlu menyalakan hazard. Tapi cukup nyalakan lampu senja atau sekalian lampu utama,” ucap Jusri, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pendar lampu hazard yang menyala sewaktu hujan justru dapat mengganggu pengendara lain.

Pertama, membuat pengguna jalan lain bingung saat mobil berpindah jalur. Sebab lampu sein tidak menyala sesuai arah gerakan mobil.

Baca juga: Jajal Kenyamanan Toyota HiAce yang Disulap Jadi Motorhome

Ilustrasi Lampu HazardOtomotifnet Ilustrasi Lampu Hazard

Selain itu, efek dari sinar lampu hazard yang selalu berkelip di sepanjang jalan juga dapat memecah konsentrasi pengguna jalan lainnya.

“Jarak pandang minim saat hujan deras. Jika sampai ada yang menyalakan hazard, tentu ini bisa membuat pandangan menjadi silau hingga hilang konsentrasi,” ujar Jusri.

Baca juga: Hujan Salah Musim, Puisi Sapardi, dan Krisis Iklim

Oleh sebab itu, Jusri menyarankan pengemudi untuk menyalakan lampu utama ketimbang hazard, terutama saat kondisi langit terasa mendung atau gelap karena hujan deras.

“Karena saat lampu depan menyala, otomatis lampu belakang ikut menyala yang bisa digunakan sebagai tanda kendaraan di depan atau belakang,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.