Jangan Cuma Cari Untung, PO Bus Wajib Menjaga Pengemudi Fit

Kompas.com - 23/06/2021, 11:02 WIB
Bagian depan Bus Setia Negara bernomor polisi B 7515 IW rusak berat. Bus berwarna kuning ini mengalami kecelakaan tunggal di kilometer 196 Tol Palimanan – Kanci (palikanci) Kabupaten Cirebon Jawa Barat Sabtu (27/4/2019). kBagian depan Bus Setia Negara bernomor polisi B 7515 IW rusak berat. Bus berwarna kuning ini mengalami kecelakaan tunggal di kilometer 196 Tol Palimanan – Kanci (palikanci) Kabupaten Cirebon Jawa Barat Sabtu (27/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.comBus merupakan salah satu moda transportasi darat yang ada di Indonesia. Bus menjadi pilihan sebagian orang karena harga tiketnya yang ekonomis serta relatif nyaman untuk dipakai pergi jarak jauh.

Namun, jarak yang jauh tadi tentunya memiliki waktu tempuh yang lama, bisa lebih dari delapan jam. Oleh karena itu, pengemudi harus tetap dalam kondisi prima ketika sedang menyetir, agar penumpang aman.

Namun sayangnya, ada saja kecelakaan bus yang disebabkan oleh pengemudi yang kelelahan. Tentu saja ini sangat berbahaya, mengingat bus juga membawa banyak penumpang, tanggung jawab keamanan mereka ada di tangan pengemudi.

Baca juga: Tiga Kesalahan Pengemudi Saat Keluar Tol yang Kerap Dilakukan

Evakuasi bus di tol kalikagkung semarang, Rabu (5/5/2021)KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Evakuasi bus di tol kalikagkung semarang, Rabu (5/5/2021)

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi Ahmad Wildan mengatakan, ada sebuah kasus kecelakaan bus yang disebabkan pengemudi yang belum tidur selama 36 jam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengemudi ini rupanya dia habis begadang, lalu bawa mobil non stop, akhirnya dia menabrak tiang jembatan yang ada di tengah jalan,” ucap Wildan dalam diskusi online beberapa waktu lalu.

Baca juga: Lakukan Ini Jika Sulit Oper Gigi Mundur di Mobil Manual

Wildan menjelaskan, seseorang yang tidak tidur dalam 24 jam, maka kadar alkohol dalam kandungan darahnya sama dengan orang yang sedang mabuk. Dalam kondisi seperti itu, tentu saja sangat berbahaya.

“Perusahaan memastikan enggak, pengemudi dalam kondisi fit. Jangan sampai dia disuruh masuk padahal dia habis begadang atau sebagainya, ini harus dipastikan,” kata Wildan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.