Kompas.com - 23/06/2021, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kasus bus dan truk yang terbakar di Indonesia memang masih saja terjadi. Layaknya mobil zaman sekarang, truk dan bus sudah sejak lama wajib menyimpan alat pemadam api ringan (APAR) di kabinnya.

Namun, ketika diperhatikan oleh Ahmad Wildan, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), ada kekeliruan dari APAR yang digunakan pada kendaraan. Ternyata jenis APAR yang dipakai berbeda-beda, ada peruntukannya.

Wildan menceritakan sebuah kejadian bus dan truk yang terbakar, ketika disemprot dengan APAR, api malah semakin besar. Lalu ketika dicek oleh Wildan, APAR yang digunakan malah APAR CO2 untuk korsleting di kelistrikan.

Baca juga: Buat SIM dan SKCK Harus Bawa Bukti Sudah Divaksin, Ini Kata Polisi

Situasi paska kejadian kecelakaan beruntun di tol kalikangkung, Sabtu (28/12/2019) malam.KOMPAS.com/istimewa Situasi paska kejadian kecelakaan beruntun di tol kalikangkung, Sabtu (28/12/2019) malam.

“APAR CO2 ini digunakan hanya di rumah, kalau ada korsleting di setrika atau stop kontak, baru efektif,” ucap Wildan dalam diskusi online belum lama ini.

Kenapa bisa digunakan di rumah, karena tidak ada angin sehingga bisa memadamkan api. Berbeda ceritanya jika APAR CO2 dipakai di ruang terbuka, sama saja dengan meniup sehingga api malah semakin besar.

Baca juga: Alasan Mobil Diesel Mulai Jarang Ditemui di Pasar Mobil Bekas

“Kemudian kalau gunakan APAR CO2 di dalam kabin, pengemudi juga bisa mati karena menghirup CO2. Dipakai di luar ruangan juga enggak efektif, malah makin besar apinya, ini salah besar,” kata Wildan.

Jadi perusahaan harus mempersiapkan APAR jenis apa yang ada di kendaraan. Namun kenyataannya, masih banyak yang tidak paham soal APAR, jadi hanya membeli APAR untuk semua keadaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.