Kenali Ciri-ciri Komponen Mobil Transmisi Manual Mulai Rusak

Kompas.com - 22/06/2021, 13:12 WIB
Mitsubishi Xpander Black Edition hadir dalam dua varian transmisi yakni manual dan AT. Mitsubishi menawarkan dua pilihan warna yakni quartz white pearl dan jet black mica. Xpander Black Edition dibanderol Rp 257,1 juta untuk transmisi manual dan Rp 267,5 juta untuk varian AT
APHIT McKleinMitsubishi Xpander Black Edition hadir dalam dua varian transmisi yakni manual dan AT. Mitsubishi menawarkan dua pilihan warna yakni quartz white pearl dan jet black mica. Xpander Black Edition dibanderol Rp 257,1 juta untuk transmisi manual dan Rp 267,5 juta untuk varian AT

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada umumnya setiap komponen kendaraan memiliki usia batas pemakaian, baik itu roda empat dengan transmisi otomatis atau pun manual.

Selain perawatan rutin, awet atau tidaknya komponen mobil ini juga dipengaruhi oleh cara berkendara sang pemilik.

Jika komponen sudah minta ganti, umumnya akan menunjukkan tanda-tanda atau perbedaan saat mobil dikendarai.

Saat gejala sudah muncul, pemilik kendaraan disarankan untuk segera melakukan pengecekan ke bengkel terdekat guna memastikan kondisi komponen sebelum mengalami kerusakan yang lebih parah.

Baca juga: Buat SIM dan SKCK Harus Bawa Bukti Sudah Divaksin, Ini Kata Polisi

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, pada mobil manual komponen yang paling rawan rusak seperti kopling, cover kopling dan juga bearing (laher) release.

Tanda kerusakan pada komponen ini bisa dirasakan oleh pemilik kendaraan saat berkendara. Tingkat kenyamanan tentunya akan berkurang ketika ada bagian yang sudah aus atau rusak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Misalkan komponen kampas kopling yang sudah aus biasanya tenaga akan berkurang. Kemudian jika bergetar itu karena cover kopling terbakar atau bergelombang,” ucap Didi saat dihubungi Kompas.com, Senin (21/6/2021).

satu set perangkat kopling yang sudah mengalami kerusakan.Ghulam/Otomania satu set perangkat kopling yang sudah mengalami kerusakan.

Didi menambahkan, komponen lain yang juga bisa dideteksi kerusakannya adalah sinkoremsnya.

“Jika bagian ini sudah aus biasanya ditandai dengan sulitnya perpindahan gigi transmisi,” kata dia.

Baca juga: Harga Terbaru LCGC Daihatsu Ayla dan Sigra di Surabaya per Juni 2021

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, selain gejala tersebut ada juga tanda lain yang bisa dideteksi oleh pemilik kendaraan yakni bisa dilihat dari tingkat konsumsi bahan bakarnya.

Biasanya, adanya komponen yang sudah aus akan berpengaruh pada tingkat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Menurut Suparna, kalau kopling sudah aus bisa membuat konsumsi BBM lebih boros dari sebelumnya.

“Hal ini karena kopling yang aus membuat terjadinya selip, sehingga konsumsi bahan bakar juga menjadi lebih boros,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.