Latih Skill Berkendara Sepeda Motor Sebelum Bikin SIM C

Kompas.com - 21/06/2021, 16:01 WIB
Ujian praktik bagi pengaju SIM C di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (10/12/2019) KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARUjian praktik bagi pengaju SIM C di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (10/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak yang mengatakan ujian dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) sulit. Sehingga, banyak yang mengambil jalan pintas dengan cara "nembak".

Sebenarnya, hal tersebut dilakukan karena kurangnya persiapan atau latihan dari si pemohon SIM. Sebab, dalam proses pembuatan SIM materi yang diujikan ada teori dan praktik.

Baca juga: Kapan Penggolongan SIM C Mulai Berlaku?

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, mengatakan, pihaknya bersama PT Astra Honda Motor (AHM) pernah bekerja sama membuat program pelatihan untuk pembuatan SIM C baru.

Ujian praktik SIM A dan C menggunakan sistem e-Drives Ujian praktik SIM A dan C menggunakan sistem e-Drives

"Jadi, pesertanya dari siswa sekolah dan guru sebanyak 30 orang yang kita latih agar lulus dalam pembuatan SIM dengan prosedur normal (tanpa nembak) dan program ini tidak melibatkan Kepolisian," ujar Agus, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Agus menambahkan, yang dilatih dalam keterampilan praktik tentu disesuaikan dengan metode yang ada di ujian SIM di Samsat, seperti pengereman, zigzag, dan figure 8.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Penggolongan SIM C Dibuat Berdasarkan Besaran Kubikasi Motor

"Jadi memang agar dapat lulus dalam ujian praktik SIM adalah melatih keterampilan berkendaranya, misal belajar pengereman yang aman, lalu belajar zigzag, putar balik, dan angka 8 tanpa turun kaki dan tanpa menyentuh traffic cone," kata Agus.

Sistem E-Drives sudah dilakukan dalam pembuatan SIM di Satpas Daan Mogot Jakarta.KOMPAS.com/Fauzan Sistem E-Drives sudah dilakukan dalam pembuatan SIM di Satpas Daan Mogot Jakarta.

Menurut Agus, pada saat latihan banyak juga orang yang belum bisa melakukan hal tersebut. Apalagi, jika harus langsung ikut ujian di Samsat.

"Kebetulan waktu itu dari 30 orang yang lulus 25 orang, yang gagal rata-rata ada di teorinya tidak lulus, karena tidak belajar," ujar Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.