Toyota Tanggapi Lonjakan Kasus Covid-19 yang Mulai Mengkhawatirkan

Kompas.com - 18/06/2021, 08:02 WIB
 Ilustrasi penjualan mobil. (Dok. Shutterstock) Ilustrasi penjualan mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lonjakan kasus penyebaran virus corona alias Covid-19 di dalam negeri belakangan ini semakin mengkhawatirkan. Bahkan pada wilayah tertentu, kenaikannya hampir mencapai batas maksimum fasilitas rumah sakit.

Sebagai contoh DKI Jakarta, di mana kondisi Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet semakin ramai didatangi penyitas yang membutuhkan fasilitas isolasi selama 10 hari terakhir. Sedangkan tingkat ketersediaan tempat tidur hanya tersisa 24,8 persen.

Situasi tersebut tak ayal akan mengakibatkan berbagai aktivitas terganggu, tidak terkecuali industri dan bisnis otomotif secara perlahan.

Baca juga: Begini Nasib Konsumen Daihatsu yang Terlanjur SPK Saat PPnBM 50 Persen

Toyota IIMS Hybrid 2021TAM Toyota IIMS Hybrid 2021

PT Toyota Astra Motor (TAM) sebagai salah satu agen pemegang merek mobil terbesar di Indonesia pun mengakui potensi masalah tersebut. Hanya saja, penurunan terhadap pasar tidak akan anjlok seperti tahun lalu.

"Dalam waktu temporary, pasti akan ada impact-nya terhadap on going situation. Tetapi, kita prediksi tidak sebesar tahun lalu, di mana pasar sampai drop 90 persen," ucap Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmi Suwandy, Kamis (17/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, lanjut Anton, bila dibandingkan dengan kondisi tahun lalu rasanya pemerintah dan masyarakat jauh lebih siap menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Apalagi, saat ini sudah banyak aturan mengenai pengendalian virus terkait seperti menerapkan protokol kesehatan ketat dan lainnya.

"Sementara itu, berdasarkan survei kami kepada konsumen, tahun ini kebutuhan mobil pribadi tetap ada karena mereka tetap perlu beraktivitas seperti ke kantor hingga ke rumah sakit," ujar dia.

Baca juga: Toyota Resmi Jual Raize 1.200 cc, Harga Mulai Rp 202 Jutaan

Toyota Raize Toyota Raize

"Kemudian, banyak juga dari mereka yang pending buying setahun belakangan sehingga mungkin mobilnya perlu diganti. Jadi, untuk memiliki kendaraan yang prima merupakan salah satu kebutuhan," kata Anton lagi.

Dalam waktu bersamaan, saat ini sedang berlangsung insentif dari pemerintah melalui Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 0 persen.

"Sehingga, kini merupakan waktu yang tepat bagi mereka mengganti mobil. Saya tidak katakan ini mudah, tapi tentu rasanya jauh lebih baik dibanding tahun lalu, dan kami harapkan seperti itu," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.