Awas, Salah Pilih Ukuran Helm Bisa Berdampak Fatal

Kompas.com - 08/06/2021, 14:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang masih abai soal fungsi dari helm.

Kebanyakan dari mereka menggunakan helm hanya karena takut ditilang polisi, bukan biacara soal safety riding.

Padahal, fungsi utama helm bukan sebagai syarat berkendara atau hanya sekadar aksesoris saja.

Fungsi utama helm adalah perangkat keselamatan yang berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan ketika terjadi kecelakaan berupa benturan atau tabrakan.

Baca juga: Naik 60 Persen, Transportasi Logistik Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi

Di Indonesia, sudah ada regulasi wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga helm yang digunakan harus sudah memiliki sertifikasi SNI yang dikeluarkan oleh Badan Serifikasi Nasional alias BSN.

Tak kalah penting, helm yang digunakan pun ukurannya harus sesuai dengan kepala pengemudi, tidak boleh terlalu besar atau bahkan kekecilan.

Menurut Store Manager RSV Jakarta Barat Aldi Kusuma Wajaya, ciri-ciri helm yang pas biasanya pada bagian pipi terasa sedikit menekan, namun tidak menimbulkan nyeri atau pegal.

Beberapa koleksi helm yang ada di RC MotogarageKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Beberapa koleksi helm yang ada di RC Motogarage

“Tidak ada getar yang berlebih ketika helm digoyangkan. Selain itu, tali pengikat atau chin strap harus pas terkait di dagu dan tidak longgar,” ucap Aldi saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Kemudian rasakan pandangan mata, gerakkan mata ke kiri dan kanan. Jika ada yang mengganggu, itu pertanda bahwa ukuran helm tidak pas.

“Kalau helm kebesaran, kemungkinan besar helm bisa lepas saat terjadi guncangan. Kondisi tersebut tentu bisa menyebabkan cedera kepala dan berakibat fatal,” kata Aldi.

Baca juga: Tanggapan Ducati Indonesia Soal Streetfighter V4S yang Ditilang

Sementara, jika helm yang digunakan kekecilan, maka akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri pada bagian kepala.

“Kalau kesempitan, aliran darah jadi tidak tersirkulasi dengan baik, efeknya pengendara bisa alami pusing. Tidak aman juga untuk digunakan, sebab bisa mengacaukan konsentrasi di jalan,” kata dia.

Oleh sebab itu Aldi menyarankan, selain menggunakan helm berlabel SNI, ukuran helm juga harus pas dengan pengendara untuk menghindari risiko kepala terbentur saat terjadi kecelakaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.