Mengenali Beda Gaya Menikung Motocross dan MotoGP dan Fungsinya

Kompas.com - 05/06/2021, 10:22 WIB
Marc Marquez saat balapan pada MotoGP Spanyol 2021. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP) PIERRE-PHILIPPE MARCOUMarc Marquez saat balapan pada MotoGP Spanyol 2021. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)

JAKARTA, KOMPAS.com - Beda jenis sepeda motor beda gaya menikungnya. Contohnya, gaya menikung para pebalap MotoGP berbeda dengan gaya menikung para crosser di motocross.

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, ada tiga gaya menikung pada motor. Pertama line with the bike yaitu postur badan sejajar dengan kemiringan motor.

Baca juga: Harga Motor Sport 150 cc Naked Juni 2021 Setelah Lebaran Stagnan

Pebalap motocross memacu motornya dalam balapan. Pebalap motocross memacu motornya dalam balapan.

Posisi kedua disebut line in the bike yaitu posisi badan lebih rendah dari motor, dan posisi ketiga line out the bike yaitu posisi motor yang lebih rendah dari badan pengendara.

"Line with the bike ini gaya yang biasa digunakan saat di jalan raya, lalu line in the bike biasanya digunakan saat balapan atau MotoGP, dan line out the bike digunakan saat menggunakan motocross," katanya kepada Kompas.com, Kamis (3/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Agus mengatakan, ketiga gaya menikung tersebut digunakan sesuai kebutuhan serta karakter jalan. Ketiga gaya menikung tersebut juga fungsi yang berbeda.

Baca juga: Tahapan Sebelum Melakukan Vulkanisir Ban Truk dan Bus

Yamaha Mio Z semakin stabil saat dipakai menikung dengan kecepatan tinggi.Istimewa Yamaha Mio Z semakin stabil saat dipakai menikung dengan kecepatan tinggi.

"Saat kita sedang balapan seperti MotoGP maka pebalap dituntut semaksimal mungkin memacu kecepatan sehingga posisi badan harus lebih rendah agar saat masuk dan keluar di tikungan tidak terlalu lebar dan dapat maksimal," katanya.

Sedangkan di motocross, kata Agus, kondisi jalan tanah tidak memungkinkan buat pengendara melakukan line in the bike, sehingga hanya motornya saja yang yang lebih rendah ke tanah.

"Nah untuk di jalan raya posisi badan kita tetap sejajar dengan sepeda motor atau line with the bike, karena kecepatan dan rute jalan standar saja," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X