Alasan Kenapa Pabrikan Otomotif Tidak Merekomendasikan Modifikasi Mobil

Kompas.com - 29/05/2021, 12:02 WIB
Syahrial Akbar, pemilik bengkel modifikasi mobil SBK Body Kit Innovation. Melalui usaha bengkelnya itu, Syahrial mampu meraup pendapatan puluhan juta dalam sebulan. K97-14 KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHSyahrial Akbar, pemilik bengkel modifikasi mobil SBK Body Kit Innovation. Melalui usaha bengkelnya itu, Syahrial mampu meraup pendapatan puluhan juta dalam sebulan. K97-14

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewasa ini masih banyak pemilik mobil yang melakukan modifikasi pada kendaraannya guna menambah kenyamanan, performa, serta menegaskan identitasnya.

Apalagi, pilihan mobil yang menarik untuk dimodifikasi dan bagian komponen tertentu atau pendukungnya yang berkualitas semakin banyak di pasar.

Tetapi tak banyak pemilik yang sadar bahwa sebenarnya prilaku ini tidak direkomendasikan oleh pabrikan otomotif. Sebab, modifikasi bisa saja menggugurkan garansi.

Baca juga: 5 Kondisi yang Kerap Disepelekan Saat Mengemudi

Ajang modifikasi mobil di Lombok.Aditya Maulana/Otomania Ajang modifikasi mobil di Lombok.

Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menjelaskan, terdapat beberapa alasan pabrikan menyarankan untuk tak melakukan modifikasi maupun penambahan aksesori di mobil.

"Pertama tentu dikhawatirkan pada sektor kelistrikannya. Kita tidak tahu apakah penambahan aksesori itu melakukan penyuntikan kabel, menambah kabel, dan lainnya," ujar dia kepada Kompas.com belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diketahui, tiap memproduksi kendaraan bermotor untuk pasar dalam negeir, pabrikan sudah punya standar masing-masing, termasuk kabel yang digunakan itu bisa menampung beban seberapa besar.

Kalau ada kabel yang kelebihan beban, lalu menjadi panas dan meleleh, dampaknya bisa ke mana-mana, mulai dari korsleting hingga kebakaran.

Baca juga: Mengganti Kampas Rem Mobil, Sisi Mana yang Lebih Dulu Habis

Modifikasi Mobil Indonesia Modification Expo (IMX) 2020KOMPAS.com/Ruly Modifikasi Mobil Indonesia Modification Expo (IMX) 2020

"Hal yang kita hindari itu kalau terjadi kerusakan atau kebakaran yang diakibatkan modifikasi yang dilakukan pihak lain, lalu klaimnya ke pihak pabrikan," kata Didi.

Menurut Didi, saat terjadi kebakaran pada mobil, biasanya yang dipertanyakan adalah kualitas produksi dari pihak pabrikannya. Tapi, tentunya pihak produsen juga akan melakukan investigasi terlebih dahulu.

Kemudian, kendaraan yang dimodifikasi juga berpotensi untuk tidak bisa memberikan manfaat secara optimal kepada pengemudi maupun penumpang.

Sebagai contoh ialah rem. Bila modifikasi kaki-kaki berlebihan, maka kinerja rem semakin susut (jarak pengereman lebih panjang dari seharusnya) sehingga menimbulkan potensi kecelakaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.