Tips Mencegah Terjadinya Water Hammer pada Mobil

Kompas.com - 25/05/2021, 09:12 WIB
Sejumlah kendaraan menerobos banjir di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (8/2) dini hari membuat sejumlah kawasan di Ibu Kota terendam banjir. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANSejumlah kendaraan menerobos banjir di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (8/2) dini hari membuat sejumlah kawasan di Ibu Kota terendam banjir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Water hammer merupakan kondisi di mana ada kandungan air dalam jumlah yang banyak yang masuk ke dalam ruang bakar. Air yang masuk ke ruang bakar tidak dapat dikompresi seperti halnya bahan bakar.

Jika sudah kemasukan air maka sistem pembakaran akan terganggu dan tidak optimal lagi. Selain itu air yang tidak dapat terkompresi juga akan mengganggu kerja piston dan dapat menyebabkan kerusakan mesin.

Baca juga: Ingat Ada Bahaya Mengintai di Gerbang Tol, Jangan Salah Pilih Pintu

Dealer Technical Support Dept. Head PT. Toyota Astra Motor Didi Ahadi mengatakan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya water hammer.

"Kan biasanya kejadian itu memaksakan untuk menerobos atau melewati banjir. Kita sebagai pengedara harus tahu setinggi mana posisi saluran hisap dari mobil kita, sehingga nantinya bisa menganalisa untuk menerobos genangan," kata Didi kepada Kompas.com, Senin (24/5/2021).

Kendaraan menerobos banjir di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (21/1/2019). Hujan yang turun dengan intensitas cukup tinggi sejak Minggu (20/1/2019) sore menyebabkan aktivitas transportasi di kawasan bandara juanda tergenang banjir dengan ketinggian 30-50 cm.ANTARA FOTO/UMARUL FARUQ Kendaraan menerobos banjir di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (21/1/2019). Hujan yang turun dengan intensitas cukup tinggi sejak Minggu (20/1/2019) sore menyebabkan aktivitas transportasi di kawasan bandara juanda tergenang banjir dengan ketinggian 30-50 cm.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal pertama yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya water hammer yang pertama, yakni menghindari jalan yang ada genangan air. Kondisi genangan air yang tinggi akan mengakibatkan air dapat mudah masuk ke intake mesin.

Maka dari itu sebisa mungkin hindari jalan yang ada genangan air terutama genangan air tinggi. Jika terpaksa harus melewati genangan maka cobalah untuk memilih jalur yang cukup dangkal agar air tidak dapat masuk ke mesin.

Baca juga: Sederet Merek Sepeda Motor yang Hengkang dari Indonesia

Kedua, hindari air dengan arus yang cukup deras. Biasanya setelah hujan deras, ada bagian jalan yang tergenang air dan memiliki arus. Usahakan untuk menghindari arus aliran air tersebut. Ada juga arus yang disebabkan oleh kendaraan besar yang melintas.

Ilustrasi ruang bakaryoutube.com Ilustrasi ruang bakar

Ketiga, pada saat kondisi terpaksa harus melewati banjir, usahakan untuk mempertahankan kecepatan pada saat melintasinya.

Cobalah untuk menginjak gas secara stabil dan pastikan jalur yang akan dilalui aman. Dengan menginjak gas secara stabil maka akan meminimalkan air untuk tidak dapat masuk ke kanalpot kendaraan.

Baca juga: Tidak Disarankan Sering Ganti-ganti Merek Oli Mesin

"Kalau sudah kejadian water hammer itu, sebaiknya langsung segera dibawa ke bengkel. Jangan sampai kerusakannya merambat ke bagian mesin yang lainnya," ucap Didi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X