Sederet Merek Sepeda Motor yang Hengkang dari Indonesia

Kompas.com - 23/05/2021, 16:21 WIB
Bajaj Pulsar 200 NS kini pakai sistem injeksi MotorbeamBajaj Pulsar 200 NS kini pakai sistem injeksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan sektor otomotif yang dinamis dan potensial menjadi magnet tersendiri bagi produsen kendaraan bermotor, untuk menjajal keberuntungan di pasar Indonesia.

Seiring dengan hal tersebut, persaingan kendaraan roda dua di dalam negeri menjadi semakin ketat dan panas.

Ada beberapa merek yang terpaksa menyerah alias gulung tikar karena produknya tidak laris di pasaran. Jangankan merek asing, merek yang sudah terkenal seperti Honda atau Yamaha juga punya produk gagal di Tanah Air.

Berikut 3 merek motor yang gulung tikar di Indonesia.

Baca juga: Arus Balik Lebaran, Pengecekan Rapid Tes Antigen Makin Gencar

Minerva Megelli 250 RE & RVdok.Minerva Minerva Megelli 250 RE & RV

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Minerva

PT Minerva Motor Indonesia muncul pertama kali di Tanah Air tahun 2007. Setahun berikutnya, PT Minerva Motor Indonesia melakukan Co-Branding and Joint Venture Manufacturing dengan Sachs Fahzeug -und Motorentechnik. Selanjutnya, motor ini lebih dikenal dengan Minerva Sachs.

Beberapa model sempat ditawarkan untuk pasar Tanah Air, mulai dari skuter matik (skutik), motor sport naked, dan motor sport full fairing. Selama dipasarkan, Minerva sering dipertanyakan, buatan China, Indonesia atau Jerman.

Pada tahun 2015, manajemen yang sama meresmikan kerja sama untuk menjadi distributor resmi motor asal Austria, KTM. Sejak saat itu, kiprah Minerva sudah tidak lagi terdengar, dan tidak ada pernyataan resmi dari pihak Minerva mengenai kejelasan nasibnya.

Bajaj Pulsar 180 menerima corak warna baru.Indianautosblog Bajaj Pulsar 180 menerima corak warna baru.

2. Bajaj
Sejak meluncur di Indonesia pada tahun 2006, Bajaj Auto cukup menarik perhatian pasar Tanah Air. Pabrikan asal India ini bermain sendiri dengan mengeluarkan motor berkapasitas 180 cc. Inovasi tersebut bisa dibilang luar biasa pada masanya.

Salah satu fitur yang cukup ikonik adalah mematikan lampu sein secara otomatis saat setang diluruskan. Jadi, pengendara motor tidak ada alasan untuk lupa mematikan lampu sein.

Sayanya, pada tahun 2013 Bajaj resmi memutuskan untuk angkat kaki dari Indoensia.

Baca juga: Elders Garage Bakal Bikin Pelatihan Konversi Kit Motor Listrik

Motor Kanzenyudibatang.com Motor Kanzen

3. Kanzen

Stigma negatif masyarakat Indonesia terhadap produk buatan China pada tahun 2000-an, membuat peminat motor ini cukup sedikit di Tanah Air. Padahal, Kanzen diklaim sebagai produk lokal.

Hal itu membuat Kanzen terpaksa gulung tikar pada tahun 2010. Penjualannya terus mengalami penurunan. Bahkan di akhir-akhir pemasarannya, penjualan Kanzen per bulan diklaim kurang dari 1.000 unit.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.