Tidak Disarankan Sering Ganti-ganti Merek Oli Mesin

Kompas.com - 23/05/2021, 17:41 WIB
Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC SHUTTERSTOCKIlustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC

JAKARTA, KOMPAS.com - Semua jenis kendaraan bermotor pastilah membutuhkan oli mesin sebagai pelumas untuk mesinnya. Oli mesin berfungsi melindungi berbagai komponen dalam mesin saat bekerja.

Tiap pabrikan kendaraan bermotor sudah memberikan rekomendasi jenis oli mesin yang telah disesuaikan dengan tiap-tiap mesin kendaraan. Namun, tidak semua pemilik kedaraan menggunakan oli mesin sesuai rekomendasi tersebut.

Beragam pilihan oli mesin yang beredar membuat pemilik kendaraan tergiur untuk mencoba berbagai merek, dengan alasan agar mendapatkan performa mesin yang optimal.

Baca juga: Cek Harga Toyota Avanza Bekas Tahun Tua di Akhir Mei 2021

seorang mekanik tengah melakukan pengisian oli mesin mobil di bengkel carfixcarfix seorang mekanik tengah melakukan pengisian oli mesin mobil di bengkel carfix

Bambang Supriyadi selaku Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor mengungkapkan, gonta-ganti merek dan jenis oli mesin memiliki dampak buruk terhadap mesin itu sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Masing-masing merek (oli) mempunyai zat aditif yang berbeda-beda, bisa membuat sludge (lumpur) kalau dicampur-campur,” katanya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Bambang menambahkan, lumpur tersebut disebabkan karena saat penggantian pelumas tidak semua oli lama akan terbuang keluar dari mesin. Dengan kata lain masih ada sisa pelumas yang lama tertinggal di dalam ruang mesin.

Baca juga: Kenali Arti Garis Warna-warni pada Ban Baru

Ilustrasi ganti oli mesin dieselStanly/Otomania Ilustrasi ganti oli mesin diesel

Dalam kondisi tersebut, dapur pacu diisi menggunakan oli dengan jenis atau merek yang berbeda. Hal ini bisa menyebabkan munculnya endapan lumpur tersebut.

Oli mesin tiap merek memiliki tingkat kualitas dan tipe yang berbeda-beda. Dengan sering bergonta-ganti merek oli mesin tanpa memerhatikan tingkat kekentalan (viskositas) dan zat aditif masing-masing merek, dapat mempengaruhi performa mesin.

Selain itu, kemampuan oli untuk melakukan proteksi pada berbagai komponen juga berkurang karena perbedaan viskositas dan zat aditif tersebut.

Jika ingin mencoba beralih merk oli mesin, pastikan kuras oli dengan bersih dan pakai merek yang memiliki viskositas dan zat aditif yang serupa.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.