Kompas.com - 22/05/2021, 15:42 WIB
tambal ban tubeless Kompas.com/Fathan Radityasanitambal ban tubeless

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada saat berkendara menggunakan kendaraan roda empat, resiko ban bocor di tengah perjalanan merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindarkan. Biasanya pengemudi langsung mencari tambal ban di pinggir jalan untuk menambal ban atau menelpon bengkel.

Namun ternyata tambal ban tubeless yang di pingggir jalan dengan metode tusuk sifatnya hanya sementara. Tambal ban dengan model tusuk ternyata malah bisa menimbulkan kerusakan pada ban.

Baca juga: Awas Salah, Ini Perbedaan Toyota Alphard dan Vellfire

Zulpata Zainal, On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal, mengatakan, tambal ban dengan metode tusuk yang ada di pinggir jalan memiliki efek tidak baik terhadap ban.

Penyedia jasa tambal ban dari Jalan Sriwijaya 4 sengaja dipanggil ke Jalan Raden Patah 1 untuk memasang pentil dan memompa ban kendaraan yang digembosi dalam penertiban parkir liar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, (7/10/2013).KOMPAS.com/SONYA SUSWANTI Penyedia jasa tambal ban dari Jalan Sriwijaya 4 sengaja dipanggil ke Jalan Raden Patah 1 untuk memasang pentil dan memompa ban kendaraan yang digembosi dalam penertiban parkir liar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, (7/10/2013).

"Ban tubeless itu harus ditambal dengan benar, karena jantungnya itu kan angin ya. Kalau yang tusuk itu untuk sementara boleh saja, karena itu tidak sempurna," kata Zulpata kepada Kompas.com, Sabtu (22/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Begini Cara Menyalip Pakai Mobil Transmisi Matik

Zulpata menambahkan, tambal ban tusuk itu tidak sempurna. Karena pada metode tusuk ban langsung ditambal tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Hal itu akan menyebakan kawat yang masih terbuka atau sudah kena air akan mudah berkarat.

Sementara itu, sifat karat yang semakin lama semakin menjalar ke bagian lain ditakutkan dapat merusak konstruksi ban. Hal itu akan mengakibatkan bagian telapak ban akan menggembung dan malah membahayakan bagi pengendara.

tambal ban payungKompas.com/Fathan Radityasani tambal ban payung

"Metode tambal ban tubeless yang benar itu yang dari dalam. Jadi dibongkar dulu trus dibersihkan dulu semua. Termasuk kalau ada kawat yang keluar dibersihkan dan diberikan anti karat. Setelah itu baru dimasukkan tambal yang seperti payung dari dalam," ucap Zulpata.

Baca juga: Anggota DPR Pakai Pelat Nomor Khusus, Tetap Ditilang jika Salah

Pengendara dapat menemui tambal ban tubeless dengan metode payung di toko-toko ban atau tempat tambal ban khusus. Meski harganya relatif lebih mahal, namun hasilnya akan bagus dan menjaga keawetan dari ban.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X