Sanksi Putar Balik Kendaraan Diperpanjang hingga 24 Mei 2021

Kompas.com - 17/05/2021, 16:46 WIB
Petugas Polres Brebes menghentikan kendaraan pemudik yang melintas Jalur Pantura Losasi Brebes, Jawa Tengah, untuk putar balik saat hari pertama penerapan larangan mudik, Kamis (6/5/2021) (Istimewa) Tresno Setiadi/kompas.comPetugas Polres Brebes menghentikan kendaraan pemudik yang melintas Jalur Pantura Losasi Brebes, Jawa Tengah, untuk putar balik saat hari pertama penerapan larangan mudik, Kamis (6/5/2021) (Istimewa)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperpanjang sanksi larangan mobilitas bagi semua jenis kendaraan bermotor usai larangan mudik Lebaran hingga 24 Mei 2021.

Hal tersebut, sebagaimana dikatakan Kepala Bagian Ops Korlantas Polri Kombes Rudy Antariksawan, sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus corona alias Covid-19 pasca-hari raya.

Adapun tindakan ini dinamakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dan berlaku mulai Senin (17/5/2021). Sehingga, aktivitas perjalanan tetap diperketat.

Baca juga: Emak-emak Ngamuk Disuruh Putar Balik, Ingat Etika Menghadapi Polisi

Seorang anggota olisi memutar balik kendaraan dari arah Bogor yang hendak menuju Cianjur di wilayah perbatasan Puncak Pass, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (16/5/2021).KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Seorang anggota olisi memutar balik kendaraan dari arah Bogor yang hendak menuju Cianjur di wilayah perbatasan Puncak Pass, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (16/5/2021).

“Operasi Ketupat selesai 17 Mei 2021, dilanjutkan KRYD sampai tanggal 24 Mei 2021. Ini kami lakukan juga sesuai dengan adanya kebijakan soal pengetatan perjalanan dari 18-24 Mei oleh pemerintah," ujar Rudy dalam keterangan tertulis saat dihubungi.

Lebih lanjut Rudi mengatakan, nantinya secara aturan perjalanan akan tetap berlaku layaknya larangan mudik. Namun tidak untuk Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melainkan pelaku perjalanan yang akan ke luar kota, khususnya keluar wilayah aglomerasi, wajib menyertakan surat bebas Covid-19 melalui pengetesan PCR, antigen, atau GeNose

“Kendaraan yang tidak bisa menunjukkan dokumen lengkap perjalanan tetap diminta putar balik selama KRYD,” ujar Rudy.

Baca juga: Polisi Sebut Puncak Arus Balik Jabodetabek Belum Terjadi

Petugas gabungan saat operasi penyekatan di Exit Tol Pejagan Brebes, Jawa Tengah, Selasa (11/5/2021) (Istimewa)Tresno Setiadi/kompas.com Petugas gabungan saat operasi penyekatan di Exit Tol Pejagan Brebes, Jawa Tengah, Selasa (11/5/2021) (Istimewa)

"Lalu saat di tes hasilnya positif, mereka akan langsung dikarantina. Sudah ada petugas medisnya juga yang standby di check point itu, ini berlaku di tol untuk kendaraan pribadi dan jalan arteri," katanya.

Rudy menambahkan, 381 posko penyekatan mudik Lebaran juga tetap berlaku selama operasi KRYD berlangsung.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kebijakan pelarangan mudik bertujuan menjaga keselamatan masyarakat dari risiko penularan Covid-19.

"Kami tidak bermaksud untuk melarang masyarakat mudik. Namun, semua ini kami lakukan dalam rangka menjaga keselamatan masyarakat dari risiko penularan Covid-19," ujar Sigit,

Baca juga: Ada 106 Kecelakaan Saat Mudik Dilarang, Kerugian Puluhan Juta Rupiah

Polisi memutar balik sejumlah kendaraan di jalur Puncak perbatasam Cianjur-Bogor, Minggu (16/5/2021). Penyekatan dilakukan untuk mencegah lonjakan pengunjung wisata di Cianjur.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Polisi memutar balik sejumlah kendaraan di jalur Puncak perbatasam Cianjur-Bogor, Minggu (16/5/2021). Penyekatan dilakukan untuk mencegah lonjakan pengunjung wisata di Cianjur.

Saat mudik Lebaran, biasanya masyarakat akan bersilaturahim atau mengunjungi keluarga atau kerabat.

Kegiatan ini, sambung Sigit, meningkatkan risiko penularan Covid-19, terutama terhadap kelompok masyarakat lanjut usia.

Oleh karena itu, pemerintah melarang mudik pada Lebaran tahun ini, untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X