Paksa Nyalakan Mesin Mobil dengan Didorong, Bikin Rusak Transmisi

Kompas.com - 12/05/2021, 15:41 WIB
Petugas kepolisian mendorong mobil yang diduga penyebab kemacetan di Jalan Jamin Ginting, Selasa (30/6/2015) malam ryan/tribun medanPetugas kepolisian mendorong mobil yang diduga penyebab kemacetan di Jalan Jamin Ginting, Selasa (30/6/2015) malam

JAKARTA, KOMPAS.com – Kejadian mobil yang sulit dinyalakan mesinnya memang kerap terjadi di jalanan. Untuk mobil transmisi otomatis, memang disarankan jangan coba untuk didorong, karena bisa merusak komponen transmisi.

Namun, pada mobil dengan transmisi manual, kerap didorong dalam kondisi masuk gigi lalu diangkat koplingnya.

Memang dengan begitu, mesin bisa menyala, namun sebenarnya ada kerugian yang bisa dirasakan pemilik mobil.

Didi Ahadi, Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor mengatakan, menyalakan mesin dengan metode tadi memang bisa dilakukan, gaya dorong mengganti fungsi dinamo starter, tapi kalau bisa dihindari.

Baca juga: Masih Ratusan Ribu Pemudik yang Mengeyel Terobos Pos Penyekatan

Bripka Bambang, anggota Satlantas Polres Gresik saat membantu mendorong mobil yang mogok di exit tol Kebomas, Minggu (1/11/2020).instagram satlantas polres gresik Bripka Bambang, anggota Satlantas Polres Gresik saat membantu mendorong mobil yang mogok di exit tol Kebomas, Minggu (1/11/2020).

“Karena menggunakan gaya dorong, mungkin ada kerusakan di area transmisi dan lainnya. Kalau memakai starter kan hanya mesin saja yang bergerak,” kata Didi kepada Kompas.com, Rabu (12/5/2021).

Begitu juga yang disampaikan Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor. Ketika mobil didorong paksa, bisa terjadi tumbukan di gigi transmisi yang masuk.

“Permukaan giginya rusak dan akan membuat gigi transmisinya lebih cepat aus,” ucap Supriyadi kepada Kompas.com.

Baca juga: PO Tjipto G.M Rilis Bus Baru dari Karoseri Tentrem

Efek dari gigi transmisi yang aus adalah sulitnya memasukkan gigi ketika mengemudi. Kerusakan transmisi bakal lebih parah jika gaya dorong yang diberikan pada mobil sangat besar, bisa-bisa gigi transmisi copot.

“Misalnya didorong di jalan yang menurun, itu akan kuat dorongannya, jadi bisa membuat gigi transmisinya rompal. Berbeda dengan didorong pakai tangan di jalan yang datar,” kata Supriyadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.