Kompas.com - 12/05/2021, 14:41 WIB
Karat pada piringan cakram mobil KOMPAS.COM/STANLY RAVELKarat pada piringan cakram mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya fenomena bercak karat pada piringan rem cakram pasti kerap didapati oleh sebagian pemilik mobil, terutama saat musim hujan.

Lantas, apakah hal tersebut benar karat atau hanya berupa noda kotoran biasa akibat debu dan lain sebagainya?

Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi mengatakan, bercak tersebut memang murni noda karat yang timbul pada permukaan cakram.

“Perlu diketahui, cakram itu materialnya cast iron atau besi tuang. Sudah menjadi sifat dasar bila mudah teroksidasi (pelapukan kimia) sehingga menimbulkan karat, karena memang dari pabrikan juga tidak diberi anti karat,” ujar Bambang kepada Kompas.com, Senin (11/5/2021).

Baca juga: Siap-siap, Banderol Daihatsu Rocky Bakal Lebih Mahal Bulan Depan

Menurut Bambang, alasan piringan cakram tak diberi lapisan anti-karat bukan karena masalah memangkas ongkos produksi agar lebih murah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi tersebut dilakukan justru untuk mempertahankan fungsinya, yakni agar mudah menimbulkan friksi saat pengereman.

Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.STANLY RAVEL-KOMPAS.com Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.

“Karena bila dilapisi cairan, dikhawatirkan justru tak mampu memberi daya pengereman optimal akibat permukaan piringan yang terlalu licin,” kata dia.

Sementara, untuk masalah noda karatnya, Bambang menjelaskan tak perlu khawatir. Pasalnya, saat mobil sudah digunakan berjalan lagi, maka dengan sendirinya bercak tersebut akan hilang.

Baca juga: Skutik Bekas Kisaran Rp 7 Jutaan, Dapat Vario Techno hingga Mio M3

“Munculnya itu bukan hanya saat musim hujan saja, paling sering biasanya setelah cuci mobil. Ketika didiamkan, lalu pagi harinya akan timbul karat. Tapi setelah digunakan kembali otomatis hilang karena gesekan dari kampas rem juga,” kata Bambang.

Bambang juga mengatakan, sejauh ini sifat karat tersebut hanya oksidasi atau menimbulkan karat saja. Tidak sampai korosi yang merusak permukaan.

“Kecuali memang piringan cakram itu sudah rusak, seperti ada lubang atau peyang, mungkin bisa berdampak korosi juga,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X