Motor Dipaksa Menggunakan BBM yang Tidak Standar Pabrikan

Kompas.com - 12/05/2021, 10:42 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu yang menjadi penyebab sepeda motor sering bermasalah adalah penggunaan bahan bakar minya (BBM) yang tidak sesuai dengan standar rekomendasi pabrikan.

Jika hal ini dibiarkan, pemilik motor harus siap-siap mengeluarkan biaya servis menjadi lebih mahal.

Kepala Bengkel Honda AHASS Daya Motor Cibinong dan Megamendung Asep Suherman mengatakan, biaya perbaikan motor bisa mencapai jutaan rupiah apabila sering menggunakan BBM tidak sesuai rekomendasi pabrikan.

Baca juga: Ingin Beli Mobil Pintu Geser, Begini Cara Perawatannya

“Biasanya karena stang sheer atau crankshaft sudah bermasalah akibat adanya pengikisan komponen mesin karena kerak di ruang bakar. Perbaikannya bisa Rp 1 juta sampai Rp 2 jutaan,” kata Herman beberapa waktu lalu kepada Kompas.com.

Kerak pada piston Aris Harvenda/Otomania Kerak pada piston

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Herman menjelaskan, adanya kerak tersebut dikarenakan motor sering menggunakan BBM berkualitas rendah atau tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan (pembakaran tidak sempurna).

Perlu diketahui, motor baru saat ini disarankan mengisi BBM beroktan 92 atau sekelas Pertamax ke atas.

Baca juga: Benarkah Suku Cadang dan Servis BMW Mahal Serta Sulit Dicari?

“Jadi, kalau dibiarkan, biasanya komponen mesin akan terkikis khususnya pada bagian ruang bakar seperti piston, ring piston dan klep. Biaya untuk membersihkan ini beragam, tergantung komponen yang sudah aus atau bermasalah,” kata dia.

Jika penanganannya masih ringan, kisaran biaya Rp 500.000. Tetapi jika sudah menjalar ke komponen lain seperti crankshaft, biaya perbaikan bisa mencapai Rp 2 jutaan. Namun untuk jangka waktu tertentu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X