Begini Teknik Melakukan Pengereman Motor Matik yang Benar

Kompas.com - 10/05/2021, 09:42 WIB
Honda Beat Foto: WahanaHonda Beat

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu teknik mengendarai sepeda motor yang harus dikuasai adalah pengereman. Cara mengerem yang baik akan membuat pengendara lebih aman dan nyaman.

Pada sepeda motor jenis matik, letak tuas rem berbeda dengan motor bebek ataupun sport. Pengeremannya lebih menggunakan tangan, sedangkan untuk motor bebek dan motor sport pengoperasian rem dikombinasi antara tangan dan kaki.

Baca juga: Tidak Perlu SIKM, Begini Cara Petugas Bedakan Perjalanan Non Mudik

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, mengatakan, sebenarnya untuk teknik pengereman hampir sama antara motor matik dengan motor lainnya, yaitu sama sama digunakan keduanya untuk menghentikan laju kendaraan. Namun, yang membedakan adalah posisi tuas rem.

Ilustrasi motorOtomania/Setyo Adi Ilustrasi motor

"Pada dasarnya teknik pengereman itu sama, sama dalam artian menggunakan kedua rem secara bersamaan dalam pengoperasiannya. Nah yang paling penting adalah, sebelum memulai pengereman pengendara harus menutup gas dulu secara penuh," kata agus kepada Kompas.com, Minggu (9/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bolehkah Warga Jakarta ke Bodetabek atau Sebaliknya Saat Lebaran?

Sebab, throttle gas harus ditutup terlebih dahulu secara penuh, pengereman dianjurkan untuk menggunakan empat jari untuk rem depan. Dengan begitu maka posisi gas akan tertutup secara penuh karena telapak tangan mendorong gas ke depan.

Sedangkan untuk pengereman belakang atau tangan kiri membantu pengereman sekaligus menahan untuk menjaga kestabilan kendaraan bermotor.

Honda All-New Scoopy.Ghulam/KompasOtomotif Honda All-New Scoopy.

"Untuk porsi pengereman, bila situasi jalan bagus, tidak berpasir dan tidak berbatu, maka rem depan ditarik sedikit lebih kuat supaya jarak pengereman menjadi lebih pendek. Tapi kalau misalkan jalannya berpasir dan licin itu rem depannya dikurangai, lebih banyak rem belakangnya" ucap Agus.

Baca juga: Berpapasan dengan Mobil Lain di Tanjakan, Mana yang Harus Didahului?

Sebab, pada saat dilakukan pengereman, titik beban kendaraan akan bertumpu ke roda depan. Jadi kalau pengereman roda depan terlalu kuat dan jalannya licib bisa mengakibatkan pengendara tergelincir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.