Setelah Naik, Penjualan Mobil Bisa Menukik Usai Insentif Berakhir

Kompas.com - 30/04/2021, 07:02 WIB
Pengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.comInsentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru sudah bergulir sejak Maret lalu, mulai mengerek kinerja penjualan. Tapi, kinerja ini akan menukik setelah insentif pajak berakhir di akhir tahun.

Insentif diberikan pada mobil berkapasitas mesin di bawah 1.500 cc, kemudian menyusul untuk kapasitas lebih besar, yakni 1.500 cc – 2.500 cc.

Mohammad Faisal, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), mengatakan, stimulus pajak bisa meningkatkan penjualan mobil hingga lebih dari 11 persen.

Meski begitu, pertumbuhan ini disebut tidak akan berkelanjutan atau sustainable. Sebab, mayoritas masyarakat yang membeli mobil bukan karena kebutuhan. Melainkan karena diskon atau harga yang lebih murah.

Baca juga: Hyundai Kona N Resmi Meluncur, Crossover dengan Mesin Turbo

Sedan Toyota Vios jadi salah satu pilihan di IIMS 2018Kompas.com/Setyo Adi Sedan Toyota Vios jadi salah satu pilihan di IIMS 2018

Sebagai contoh, relaksasi pajak terbesar dinikmati Toyota Vios yang berada di kisaran Rp 59 jutaan hingga Rp 65 jutaan. Adapun banderol sedan 1.500 cc ini dihargai di rentang Rp 324 jutaan sampai Rp 346 jutaan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Di April sudah bertambah diberikan diskon kendaraan 1.500 - 2.500 cc, kami perkirakan di April dan Mei akan ada peningkatan lagi penjualan kendaraan bermotor lebih dari 11 persen,” ujar Faisal, dalam webinar yang dilansir Kamis (29/4/2021).

Diskon pajak yang diberikan pemerintah ini juga diprediksi akan mendorong penjualan mobil sampai akhir tahun.

Baca juga: Berapa Jarak yang Bisa Ditempuh Saat Indikator Bensin Sudah Kosong?

Pengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Meski begitu, jika periode insentif pajak berakhir, Faisal khawatir industri otomotif kembali mengalami tren penurunan seperti sebelum adanya relaksasi.

"Diperkirakan penjualan kendaraan bermotor roda empat akan menurun sejalan dengan pengurangan diskon sampai akhir tahun." ucap Faisal.

"Artinya bisa meningkatkan penjualan tahun ini, tapi masa diskonnya habis, kita perkirakan akan kembali ke kondisi semula sebelum diberikan stimulus,” kata Faisal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X