Berapa Jarak yang Bisa Ditempuh Saat Indikator Bensin Sudah Kosong?

Kompas.com - 29/04/2021, 13:42 WIB
Ilustrasi indikator bensin youtube.comIlustrasi indikator bensin

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak jarang pemilik kendaraan pribadi yang tidak memperhatikan indikator bensin.

Banyak yang tidak sadar karena terlalu asyik berkendara, ternyata jarum bahan bakar sudah menyentuh indikator E alias empty (kosong).

Ketika hal ini terjadi biasanya pengemudi akan langsung panik, terutama bagi pengendara wanita.

Padahal kondisi ini hanya menginformasikan bahwa sudah saatnya pengemudi mengisi tanki bahan bakar kembali.

Pada dasarnya, setiap kendaraan biasanya memiliki reservoir (RES) yang merupakan bahan bakar minyak (BBM) cadangan yang ada di dalam tanki kendaraan.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Saat Isi BBM Pengendara Harus Turun dari Motor

Sehingga dengan cadangan bahan bakar tersebut, memungkinkan mobil atau motor bisa melaju ketika indikator bensin sudah diposisi E.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Rata-rata mobil memiliki kapasitas tangki 40 sampai 45 liter. Jika pada kondisi sudah di E, mobil masih bisa bergerak kurang lebih 30 kilometer sampai 60 kilometer, karena ada cadangan sekitar 3 liter sampai 6 liter,” ujar Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriadi, ketika dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Ilustrasi berkendara di tol trans jawadok.HPM Ilustrasi berkendara di tol trans jawa

Bambang melanjutkan, hal tersebut dengan catatan kondisi jalan lancar dan tidak macet. Selain itu beban kendaraan yang terlalu berat juga akan mempengaruhi jarak tempuh.

Ia menyarakan sebaiknya kondisi ini dihindari. Karena jika pengendara terlalu sering menjalankan mobilnya dengan keadaan indikator BBM di E, maka akan besar potensi kerusakan pada kendaraan.

Baca juga: Ini Dampaknya jika Sering Mencampur BBM Beda Oktan

“Ketika kondisi tangki bensin pada posisi E, maka dapat terjadi kondensasi pada tangki bensin yang dapat menyebabkan bensin bercampur dengan air kondensasi, hal ini lah yang bisa menyebabkan mobil mogok,” kata Bambang.

Tidak hanya itu saja, sering membiarkan tanki bensin kosong akan menyebabkan karat pada tangki dan akan mengganggu kinerja pompa bensin.

Jadi, sebaiknya pengisian bensin dilakukan saat indikator belum berada di posisi E, demi keamanan dan ketenangan saat berkendara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.