Lagi Tesla Kecelakaan Fatal, Sistem Otonomus Jadi Penyebab

Kompas.com - 19/04/2021, 14:51 WIB
Setelah menabrak pohon, mobil Tesla tersebut hangus terbakar KPRC 2Setelah menabrak pohon, mobil Tesla tersebut hangus terbakar

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan kembali terjadi pada mobil otonomos, di mana kali ini menimpa Tesla Model S yang mengakibatkan dua penumpang meninggal dunia setelah menabrak pohon. Mobil tersebut meledak dan terbakar di Carlton Woods pada Sabtu malam (17/4/2021).

Dikutip dari Dailymail, anggota kepolisian Houston Harris County mengatakan, bedasarkan penyelidikan awal mereka yakin bahwa tidak ada orang di belakang kemudi.

Sebab, satu korban tewas ditemukan di kursi penumpang depan, dan satu lagi ditemukan di kursi penumpang belakang.

Baca juga: Honda India Bantah Pernyataan Bakal Relokasi Pabrik ke Indonesia

Petugas pemadam kebakaran dilaporkan membutuhkan 32.000 galon air dan menghabiskan waktu berjam-jam guna memadamkan api yang diakibatkan oleh kecelakaan mobil listrik tersebut.

Terkait kejadian ini, Training Director Safety Defensive Consultant Sony Susmana mengingatkan kembali bahwa fitur autopilot diciptakan hanya sebagai pelengkap untuk membantu tugas pengemudi lebih mudah.

“Perlu dipahami, mudah di sini artinya bukan berarti aman. Karena belum semua kendaraan menyematkan fitur tersebut,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com belum lama ini di Jakarta.

Tangkapan layar dari video autopilot Tesla yang menyerah menghadapi macet di Vietnam.TWITTER @TuhmSG Tangkapan layar dari video autopilot Tesla yang menyerah menghadapi macet di Vietnam.

Menurut Sony, jalan raya merupakan sumber kecelakaan yang bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja. Maka dari itu, menciptakan kondisi aman bukanlah hal yg mudah.

“Fitur autopilot sekalipun tidak dapat membalikkan kondisi menjadi aman. Sebab yang dapat membuat kondisi aman adalah pengemudi menerapkan aturan dalam berlalulintas,” katanya.

Penggunaan autopilot sendiri sebaiknya pada jalan tol yang lurus, bebas hambatan, relatif sepi dan dengan kecepatan kendaraan yang konstan.

Dan perlu ditegaskan kembali, bahwa pengemudi tidak bisa menyerahkan 100 persen kemudi pada fitur autopilot saat berkendara.

Baca juga: Sandiaga Uno Pastikan Indonesia Gelar MotoGP Mandalika dan Superbike

“Bukan tidak mungkin jika nantinya fitur tersebut bisa aman dan dan dapat diandalkan, tetapi harus dengan fasilitas pendukung yang komplit,” ujar Sony.

Sony berpesan, pengemudi yang menggunakan fitur autopilot, sebaiknya jangan lemah dan tetap waspada.

“Jangan melepas tangan dari setir, menggunakan ponsel, menonton video atau bahkan sampai tertidur.” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X