Jajaran Polisi Solo Tetap Imbau Warga untuk Tidak Mudik

Kompas.com - 18/04/2021, 19:01 WIB
Penyekatan di pintu exit tol Ngawi. Selama 8 hari penyelatan .700 kendaraan dipaksa putar balik di pintu exit tol Ngawi. KOMPAS.COM/SUKOCOPenyekatan di pintu exit tol Ngawi. Selama 8 hari penyelatan .700 kendaraan dipaksa putar balik di pintu exit tol Ngawi.
|

SOLO, KOMPAS.com - Pemerintah resmi melarang mudik lebaran tahun ini untuk menekan angka Covid19 di Indonesia. Larangan tersebut berlaku mulai tanggl 6 sampai dengan 17 Mei 2021.

Meskipun demikian pemerintah menetapkan sejumlah wilayah aglomerasi yang mendapatkan pengecualian untuk pergerakan kendaraan.

Salah satu yang termasuk wilayah Aglomerasi adalah Karesidenan Surakarta yang meliputi Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen.

Baca juga: Boleh Mudik Sebelum 6 Mei, Ini Tarif Bus Eksekutif Jakarta-Solo

Menanggapi hal tersebut Kastlantas Polresta Surakarta, Kompol Adhytia Warman membenarkan hal tersebut.

Pembatasan hanya dilakukan di wilayah yang memiliki kekerabatan dekat yakni satu Karesidenan Surakarta atau Solo raya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Petugas gabungan memeriksa suhu tubuh pengendara di check point 1 Seger Alam Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (28/5/2020) yang hendak masuk ke wilayah Cianjur.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Petugas gabungan memeriksa suhu tubuh pengendara di check point 1 Seger Alam Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (28/5/2020) yang hendak masuk ke wilayah Cianjur.

"Memang ada aturan yang memperbolehkan tentang wilayah aglomerasi yang memperbolehkan untuk mudik, tapi tatap saya mengimbau untuk tidak melakukan mudik," kata Adhytia.

Baca juga: Sebelum 6 Mei Boleh Mudik, Ini Harga Tiket Bus Eksekutif Jakarta-Kebumen

Diberlakukannya aglomerasi wilayah di Solo Raya tidak membuat penjagaan yang dilakukan di Kota Solo kendor. Pasalnya tetap akan ada penyekatan di perbatasan wilayah dan akan tetap memaksa pemudik  yang berasal dari luar daerah untuk putar balik.

"Untuk pemudik yang nekat pada tanggal 6 -17 Mei akan kami suruh putar balik, sedangkan untuk yang masih dalam  wilayah aglomerasi akan diberlakukan tes kesehatan dan karantina selama lima hari," kata Adhytia.

Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.

Baca juga: PO Haryanto Naikkan Harga Tiket, Jakarta ke Solo Tembus Rp 500.000

Aturan yang diberlakukan oleh pemerintah mulai tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021 di berlakukan secara nasional. Berlaku untuk seluruh masyarakat Indonesia untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 akibat mobilitas masyarakat yang terjadi saat mudik.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.