Apakah Biaya Operasional Bus Listrik dengan Konvensional Lebih Murah

Kompas.com - 13/04/2021, 08:22 WIB
Karyawan mengendarai bus listrik saat uji coba di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba dua bus listrik EV1 dan EV2 rute Balai Kota - Blok M dengan mengangkut penumpang. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan mengendarai bus listrik saat uji coba di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba dua bus listrik EV1 dan EV2 rute Balai Kota - Blok M dengan mengangkut penumpang.

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) memiliki rencana mengoperasikan 100 bus listrik mulai 2021. Sejak pertengahan 2020, operator transportasi massal Ibu Kota ini sudah menguji coba komersial bus listrik merek BYD.

Saat itu, bus listrik BYD diuji coba pada rute TransJakarta selama tiga bulan untuk mengangkut penumpang. Berdasarkan evaluasi, bus BYD berhasil melewati uji coba tersebut dan bisa digunakan sebagai kendaraan operasional TransJakarta.

Tapi, apakah benar biaya operasional bus listrik lebih murah ketimbang konvensional yang masih mengonsumsi solar?

Baca juga: Ini Tarif Resmi Bikin Baru dan Perpanjangan SIM

Karyawan melakukan pengecekan saat uji coba bus listrik di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba dua bus listrik EV1 dan EV2 rute Balai Kota - Blok M dengan mengangkut penumpang.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Karyawan melakukan pengecekan saat uji coba bus listrik di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba dua bus listrik EV1 dan EV2 rute Balai Kota - Blok M dengan mengangkut penumpang.

Direktur Utama PT TransJakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, sekarang ini, sebelum bus listrik masuk ke E-Katalog LKPP sedang dihitung berapa biaya operasional yang dihabiskan. Perhitungan dilakukan dengan membandingkan pengeluaran rupiah per kilometer dari bus listrik ini.

“Kalau dari apa yang kita lihat, perbedaan harga bus listrik dengan yang biasa, lebih mahal 25 persen sampai 40 persen,” ucap Jhony kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Jhony menjelaskan, biaya operasional yang dikeluarkan TransJakarta, tergantung dari investasi awal dari operator. Misalnya, harga bus listrik relatif lebih mahal dari konvensional.

Artinya, jika periode return of investment disamakan dengan bus solar, tentu bus listrik lebih mahal.

Baca juga: Polisi Mulai Cegah Aktivitas Mudik Lebaran 2021 Mulai Hari Ini

“Oleh sebab itu, kita minta return of investment bus listrik diperpanjang sampai 10 tahun. Konsekuensinya, nanti operasionalnya tentu lebih dari 10 tahun,” kata Jhony.

Jika diperpanjang, baru terlihat seberapa ekonomis biaya operasional dari bus listrik dibanding bus solar. Jika waktu hanya sebentar, biaya operasionalnya tentu lebih mahal karena untuk unit bus listrik bisa tiga kali lipat lebih mahal dibanding bus solar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X