Larangan Mudik Bikin Penjualan Motor Lesu

Kompas.com - 13/04/2021, 03:42 WIB
Nmax livery Petronas Yamaha SRT KOMPAS.com/GilangNmax livery Petronas Yamaha SRT

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali melarang kegiatan mudik Lebaran 2021. Padahal di satu sisi, musim mudik biasanya meningkatkan penjualan sepeda motor.

Pemudik ingin pulang ke kampung halaman menggunakan motor baru. Karena itu tak jarang diler memberikan berbagai promo menggiurkan untuk menarik pembeli.

Lantas apakah dengan adanya larangan mudik tahun ini bakal berpengaruh pada penjualan motor?

Baca juga: Knalpot Aftermarket yang Dijual Yamaha Bukan untuk Harian

Sejumlah pemudik motor melewati jalan raya Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (18/6/2018). Memasuki H+3 Lebaran, arus balik yang melalui jalur Puncak, Bogor mulai didominasi pemudik motor yang berasal dari wilayah Cianjur, Bandung, Pangandaran dan Tasikmalaya.ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH Sejumlah pemudik motor melewati jalan raya Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (18/6/2018). Memasuki H+3 Lebaran, arus balik yang melalui jalur Puncak, Bogor mulai didominasi pemudik motor yang berasal dari wilayah Cianjur, Bandung, Pangandaran dan Tasikmalaya.

Antonius Widiantoro, Manager Public Relation, YRA, & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), mengatakan, sulit untuk menilai apakah penjualan akan terimbas atau tidak.

"Sebetulnya akhir-akhir ini motor sudah tidak dianjurkan untuk mudik, dan pemerintah lebih menganjurkan untuk naik kendaraan umum," kata Anton yang ditemui akhir pekan lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya belum bisa memprediksi apakah itu akan berpengaruh atau tidak (larangan mudik). Sebab walaupun dengan kondisi mudik dilarang, saat orang mau beli motor, beli ya beli saja," katanya.

Alasannya kata Anton, sejauh ini mudik memang lekat dengan pulang kampung menggunakan motor atau kendaraan baru. Tapi tak selamanya mudik mesti pakai motor baru.

Baca juga: Yamaha Punya Banyak Model 125cc, Mana yang Paling Laris?

"Kemudian yang kedua di masa-masa mau lebaran ada bonus keluar, THR keluar, itu juga dimanfaatkan plus sales program yang menarik, sehingga mereka memanfaatkan momen itu. Artinya walaupun dia tidak bisa mudik dengan motor baru, ketika dia ingin beli motor baru beli, beli saja," katanya.

Pemudik motor melintas di depan PT Kahatex, Kamis (30/5/2019) pagi. Memasuki H-6 Lebaran 2019, arus lalu lintas di Jalan Raya Bandung-Garut masih ramai lancar.KOMPAS.com/AAM AMINULLAH Pemudik motor melintas di depan PT Kahatex, Kamis (30/5/2019) pagi. Memasuki H-6 Lebaran 2019, arus lalu lintas di Jalan Raya Bandung-Garut masih ramai lancar.

Anton mengatakan, bisa saja dengan adanya larangan mudik justru membuat orang jadi berhemat. Kemudian memutuskan membeli motor setelah Lebaran.

Kemudian katanya, sulit mengukur apakah larangan mudik tahun ini bakal berimbas banyak pada penjualan. Sebab tahun lalu kondisinya cukup mirip, dan tahun lalu tidak bisa dijadikan parameter.

"Tahun lalu tidak bisa dijadikan acuan. Soalnya tahun lalu bercampur dengan pandemi, penjualan semua drop. Jadi tidak bisa jadi acuan. Tapi kalau 2019 memang trennya naik," katanya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.