Cara Sederhana Mengetahui Ban Mobil Perlu di Spooring

Kompas.com - 29/03/2021, 12:12 WIB
Ilustrasi spooring pada ban mobil. DOK. Bridgestone)Ilustrasi spooring pada ban mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com Ban jadi salah satu komponen vital pada mobil. Ini karena ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan saat mobil melaju.

Kestabilan dan kenyamanan berkendara sangat bergantung pada setelan roda mobil.

Maka dari itu, roda dan kaki-kaki wajib diperhatikan. Salah satu perawatan pada roda dan kaki-kaki mobil adalah spooring

Pada dasarnya, spooring bertujuan untuk mengembalikan setelan roda seperti semula agar nyaman dikendalikan dalam kecepatan rendah maupun tinggi.

Baca juga: Perhatikan Hal Berikut Sebelum Touring Pakai Skutik

Namun, beberapa orang masih awam untuk mengetahui apakah roda mobilnya perlu di-spooring atau tidak.

Spooring ban secara rutin menjaga kemungkinan buruk efek jalan rusak.Jakarta Ban Spooring ban secara rutin menjaga kemungkinan buruk efek jalan rusak.

A. A. Ridloh selaku Kepala Bengkel Auto2000 Bypass Padang membagikan cara untuk mengetahui apakah roda mobil perlu di-spooring atau tidak dengan metode sederhana.

"Kita coba setir lurus dalam kecepatan rendah, kita lepas tangan dari setir, itu lebih condong ke kiri atau ke kanan. Ini kondisi pada jalan (aspal) lurus normal tidak miring atau bergelombang. Jika ada kecenderungan belok kiri atau kanan, itu berarti sudah waktunya perlu spooring," kata Ridloh dalam sesi tanya jawab daring beberapa waktu lalu.

Menurut Ridloh, dalam kondisi jalanan lurus normal, saat tangan tidak memegang setir, mobil harusnya tetap bergerak lurus. Tidak belok kiri atau kanan.

Baca juga: Antisipasi Berkendara di Sekitar Kendaraan Besar

"Lalu jika dalam kecepatan agak tinggi, 70-80 kpj, terasa ada getaran atau tidak? Jika iya, itu juga berarti sudah waktunya harus spooring dan balancing," kata Ridloh lebih lanjut.

Layar monior yang menunjukkan posisi ban apakah sudah sesuai standar yang ditentukan. Ghulam/Otomania Layar monior yang menunjukkan posisi ban apakah sudah sesuai standar yang ditentukan.

Spooring dilakukan saat posisi setir tak sama dengan posisi roda. Oleh karena itu, posisi roda harus dikembalikan pada posisi ideal dengan mengatur front wheel alignment.

Namun, metode tersebut akan tidak efektif jika pemilik mobil memodifikasi peleknya dengan ukuran yang lebih besar.

"Pernah ada satu case, pemilik mobil ganti pelek dengan yang lebih besar. Ia mengaku merasakan getaran saat menyetir mobilnya. Ternyata bukan karena belum spooring balancing. Tapi karena baut-baut pelek yang digunakan tidak sesuai dengan bobot dari rodanya," kata Ridloh menambahkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X